Akurat
Pemprov Sumsel

Di Sidang MK, Ganjar Singgung Demokrasi Bisa Ternoda Karena Kekuasaan

Paskalis Rubedanto | 27 Maret 2024, 15:40 WIB
Di Sidang MK, Ganjar Singgung Demokrasi Bisa Ternoda Karena Kekuasaan

AKURAT.CO Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, mengatakan kekhawatirannya terhadap demokrasi karena menurutnya sudah berada dalam situasi memprihatinkan.

Dalam pidatonya di sidang perdana Mahkamah Konstitusi (MK), Ganjar menyebut setiap negara dengan visi mulia niscaya menghendaki kepemimpinan yang sanggup menomorsatukan kepentingan dan kesejahteraan warga, di atas kepentingan pribadi mereka yang berkuasa.

Baca Juga: Di Hadapan Hakim MK, Ganjar Tegas Tolak Penyalahgunaan Kekuasaan Pemerintah dan Aparat

"Kita telah menjadi saksi bahwa pada satu titik dalam perjalanan bangsa ini seluruh warga negara pernah dipersatukan oleh semangat yang sama untuk melakukan reformasi. Untuk apa? Untuk memperjuangkan hal yang sangat esensial bagi kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Ganjar di Gedung MK, Jakarta, Rabu (27/3/2024).

"Untuk mengoreksi pemerintahan yang saat itu kita anggap melenceng, membelenggu kebebasan warga, menebar ketakutan dan menjauhkan negara ini dari cita-cita luhurnya," sambungnya.

Dia kemudian menyinggung soal perjuangan reformasi yang didapatkan bukan secara cuma-cuma, karena pahlawan yang menjadi korban dan mengikhlaskan hidup mereka.

"Hanya setelah reformasi seluruh warga negara mendapatkan hak mereka untuk memilih pemimpin yang mereka percayai. Dan hanya setelah reformasi kita bisa menegaskan aturan bahwa periode kepemimpinan harus dibatasi. Karena itu kita akan selalu menghormati mereka yang telah merelakan hidup demi memperjuangkan reformasi," tutur Ganjar.

Baca Juga: Tim Pembela Prabowo-Gibran Kritisi Permohonan AMIN di MK: Kebanyakan Asumsi, Ngoceh Sana-sini

Karena itu, politisi PDIP ini juga mengingatkan untuk tidak melupakan perjuangan reformasi yang telah dibentuk oleh para pahlawan.

"Kita selalu ingat bahwa demokrasi bisa dinodai oleh mereka yang hanya memperdulikan kekuasaan dan mendahulukan kepentingan pribadi. Dan kita selalu ingat bahwa apa yang harus kita lakukan ketika situasi menghendaki kita melakukan sesuatu," pungkas Ganjar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.