Elektabilitas Jusuf Hamka Harus Diuji Sebelum Ikut Pilkada Jakarta

AKURAT.CO Kemunculan nama politisi Partai Golkar, Jusuf Hamka, dalam persaingan memperebutkan kursi pemimpin Kota Jakarta harus lebih dulu diuji.
Pasalnya, pertarungan Pilkada Jakarta selalu dinantikan karena memiliki peran penting sebagai penunjang kebijakan pemerintah pusat.
Penagamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, mengatakan, sebelum Jusuf Hamka diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM), elektabilitas sang konglomerat itu harus diuji.
"Dalam konteks politik ini elektabilitasnya harus diuji. Harus bagus, harus dilakukan survei secara objektif ketika namanya muncul," katanya saat dihubungi Akurat.co, Rabu (17/7/2024).
Baca Juga: Elektabilitasnya Mengejutkan, PDIP Yakin Ahok Bisa Kalahkan Anies di Pilkada Jakarta
Menurut Ujang, jika dalam survei elektabilitas Jusuf Hamka mendapat nilai bagus, maka Golkar harus berani mengajukan Babah Alun maju di Pilkada Jakarta 2024.
Terlebih, jika KIM juga merestui Kaesang Pangarep untuk mendampinginya, maka kontestasi di Jakarta menjadi lebih menarik.
"Jadi, sebenarnya itu saja standar Jusuf Hamka bisa maju atau tidak. Empat hal harus dimiliki, pertama popularitas, kedua elektabilitas, ketiga isi tas dan yang keempat itu akseptabilitas (penerimaan) dari partai maupun warga Jakarta," jelas Ujang.
Ia menilai kemunculan nama Jusuf Hamka yang digaungkan Golkar patut juga dinantikan.
Baca Juga: Kerap Mangkir, KPK Tangkap Muhaimin Syarif
Jika Golkar serius, bukan tidak mungkin akan memberi warna baru bagi warga Jakarta dalam gelaran pilkada pada 27 November mendatang.
"Ini masih dinamis, bisa maju juga bisa tidak. Bisa menjadi isu yang direalisasikan, juga bisa hanya semata pernak pernik demokrasi," pungkas Ujang yang juga pendiri Indonesia Political Review (IPR).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







