Akurat
Pemprov Sumsel

Partai Gelora Tanggapi Santai Potensi Bergabungnya PKS ke Koalisi Indonesia Maju

Atikah Umiyani | 12 Agustus 2024, 22:00 WIB
Partai Gelora Tanggapi Santai Potensi Bergabungnya PKS ke Koalisi Indonesia Maju

AKURAT.CO Partai Gelora menanggapi dengan santai sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang baru-baru ini mengaku telah membuka komunikasi dengan Presiden terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto.

Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta, menyatakan, pihaknya akan mengikuti perkembangan komunikasi tersebut.

Namun ia menegaskan, hingga saat ini belum ada pembahasan resmi di Koalisi Indonesia Maju (KIM) terkait potensi bergabungnya PKS.

Baca Juga: AP Sempat Mengelak Bahwa Pemeran Pria pada Video Syur Audrey Davis Adalah Dirinya

"Sampai sekarang, kita belum membicarakan hal ini di KIM sebagai KIM. Tetapi sebagai proses, kita mengikuti saja perkembangannya. Namun, di KIM sendiri kita belum membicarakan sama sekali," ujar Anis Matta di Media Center Gelora, Jakarta, Senin (12/8/2024).

Anis Matta juga menyikapi dengan tenang kemungkinan PKS benar-benar bergabung dengan KIM dan masuk ke dalam pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Ia mengakui bahwa kemungkinan akan ada banyak kejutan menjelang pelantikan Prabowo.

"Kalau kita sih santai saja. Jangan tegang dengan persoalan masuk dan keluar, begitu. Saya pikir sampai 20 Oktober masih akan ada banyak kejutan lagi yang terjadi. Jadi, kita santai saja," katanya.

Baca Juga: PKB akan Umumkan Cagub Pilkada Jakarta 2024 Sebelum Muktamar

Mengenai potensi PKS mendapatkan jatah kursi menteri, Anis menegaskan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya ada di tangan presiden terpilih.

Namun, ia menegaskan bahwa saat ini belum ada pembahasan terkait hal tersebut dalam KIM.

"Itu nanti kita lihat keputusan presiden terpilih maunya seperti apa. Tapi di KIM sendiri kita belum membicarakan hal itu sama sekali," ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.