Akurat
Pemprov Sumsel

Megawati Bantah Intimidasi Kapolri, Malah Mau Diajak Ngobrol

Paskalis Rubedanto | 14 Agustus 2024, 14:16 WIB
Megawati Bantah Intimidasi Kapolri, Malah Mau Diajak Ngobrol

AKURAT.CO Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, mengklarifikasi soal ada pihak menyebut dirinya melakukan intimidasi ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dengan mengancam secara diam-diam dan sembunyi.

Padahal, dia mengaku ingin bicara secara terbuka dengan sang kapolri, terkait kondisi yang terjadi belakangan ini.

"Ini yang saya mau menerangkan, tolong tulis baik-baik. Ada orang ngomong loh kok saya katanya mengintimidasi Kapolri? Ini orang, bukan orang Indonesia kurasa. Masa enggak ngerti orang aturan," kata Megawati di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu (14/7/2024).

Dia pun mempertanyakan yang menyebut pernyataannya terkait Kapolri adalah sebagai bentuk intimidasi.

"Kalau intimidasi, saya enggak ngomong di depan umum. Aku pikir, kenapa enggak boleh ketemu Kapolri? Kapolrinya mau enggak ketemu sama saya? Sampai hari ini enggak ada surat, 'Ibu Mega yang terhormat' ayo kita ngobrol. Memangnya nanti saya terus mau ditangkap (dulu) karena mau ketemu Kapolri?" tutur Megawati.

Baca Juga: Megawati: Jangan Ada Kecurangan TSM, Biarkan Rakyat Memilih dengan Sukacita

Presiden Kelima RI ini menjelaskan, sebagai warga negara Indonesia, dirinya tentu memiliki hak bertemu dengan Kapolri.

"Saya warga negara Indonesia, saya yang memisahkan Polri (dengan TNI). Betul apa tidak? Jaman (saya menjadi) presiden. Terus masa rakyat enggak boleh ketemu sama Kapolri? Kalau saya bilang mau ketemu Kapolri, Kapolrinya kan mestinya buka pintu," ungkapnya.

Dia pun mengingatkan awak media yang hadir untuk tidak memutarbalikkan apa yang disampaikannya. Megawati kembali menyampaikan bahwa dirinya memang ingin bertemu Kapolri, karena dia menerima berbagai laporan, data, dan fakta mengenai intimidasi serta ketidaknetralan aparat. Baik terkait ajang politik, maupun terkait dengan proses penegakan hukum.

"Ibu Megawati Soekarnoputri minta ketemu yang namanya Kepala Polisi Republik Indonesia," minta Megawati.

Dia pun merasa sangat terusik dengan keadaan tersebut. Dia merasa hal-hal demikian perlu diingatkan kepada pemimpin tertinggi di Kepolisian, mengingat hal itu tak sejalan dengan tujuan proses reformasi di tubuh Polri, yang banyak dimulai ketika Megawati menjadi presiden.

Misalnya, Megawati menerima laporan soal proses intimidasi yang diterima banyak pihak. Intimidasi itu dilakukan lewat aparat, dengan kaitan pihak penguasa. Ketika didalami, disebut intimidasi itu karena 'ada perintah dari atas'.

"Masa diintimidasi hanya karena ada perintah dari atas. Atasnya mana? 'Yang pasti bu ada perintah dari atas'. Gile apa enggak? Gile apa enggak? Gile dong. Lah kok enggak mau bilang dari si ini, si ono, si ini, perintah ya dari atas," tutur Megawati.

Maka itulah, dia bicara berkali-kali meminta waktu untuk bertemu dengan kapolri saat ini. "Entar diundang apa tidak, enggak tahu. Entar tahu-tahu perwakilan (kapolri yang menemui). Lihat saja nanti. (Tapi) Saya hanya mau ngomong kok (ke Kapolri), bapak udah, insaf dong. Masa sih wargaku itu (diintimidasi padahal) warga Indonesia juga," tutup Megawati.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.