Megawati Desak Cakada PDIP Lawan Intimidasi dan Manipulasi dalam Pilkada

AKURAT.CO Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, meminta para calon kepala daerah (cakada) yang diusung partainya untuk berani melawan segala bentuk intimidasi dan pengarahan yang dilakukan oleh aparat demi kepentingan penguasa tertentu.
Megawati menegaskan, demokrasi pemilihan langsung di Indonesia tengah mengalami kemunduran karena intimidasi dan manipulasi yang didalangi oleh kekuatan penguasa.
Dalam pidatonya di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu (14/8/2024), Megawati memberikan arahan kepada para cakada yang baru saja menerima rekomendasi dukungan dari PDIP. Ia meminta mereka untuk berani melawan setiap bentuk intimidasi dengan sikap tegas.
Baca Juga: BKN Resmi Umumkan Jadwal CPNS 2024 dan Syarat Pendaftarannya Secara Lengkap!
“Jadi tadi yang saya kasihin [dukungan], maka kalian berani apa nggak? Kalau ada yang mau mengintimidasi, bilang saja, ‘Pak, kita ini juga warga loh’. Mulai dari kepala desa. Betul apa tidak?" tegas Megawati.
Megawati juga menyatakan bahwa banyak keluhan yang ia terima terkait pemilu di Indonesia yang dianggap tidak lagi berkarakter.
Menurutnya, penguasa terlihat mendesain jalannya pemilu sedemikian rupa, bahkan hingga menjegal figur-figur tertentu agar tidak bisa maju dalam pemilu.
“Mana adil makmur ya, kalau penguasanya saja menyuruh ini, harusnya yang itu nggak boleh jadi. Ini itu nanti yang ono nggak boleh jadi," ujar Megawati.
Baca Juga: Serahkan 16 Kendaraan Listrik, Mercedes-Benz Dukung Perayaan HUT RI ke-79 di IKN
Ia juga mengingatkan bahwa meskipun dirinya terlibat dalam upaya reformasi yang mengubah pemilu dari tidak langsung menjadi langsung, banyak masalah baru yang muncul.
Salah satunya adalah manipulasi teknologi dalam proses pemilu yang justru menimbulkan masalah baru, seperti tingginya angka kematian di kalangan petugas pemilu (KPPS).
Selain itu, Megawati juga menyoroti bagaimana pemilu di India dapat berlangsung dengan aman dan cepat tanpa keributan, sementara di Indonesia justru sebaliknya.
Ia juga menyoroti laporan adanya intimidasi terhadap rakyat saat akan menyalurkan pilihannya dalam Pilpres 2024.
Megawati mengaku prihatin terhadap kondisi partai politik di Indonesia saat ini, yang seolah-olah tertekan dan kehilangan haknya untuk ikut serta dalam pemilu.
Baca Juga: Ancaman Malware Mengintai di Balik Pembaruan Perangkat Lunak
“Saya prihatin loh. Buat apa ada partai kalau hak-hak partai politik yang sah tidak dihormati? Padahal partai politik adalah satu-satunya yang berhak mengikuti pemilu," tegas Megawati.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga netralitas dan hak rakyat dalam pemilu, sesuai dengan konstitusi yang menjamin hak yang sama bagi setiap warga negara di mata hukum.
“Hak rakyat mau dikemanakan? Jangan lupa loh, dalam konstitusi kita, setiap warga negara memiliki hak yang sama di mata hukum," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








