Anies Baswedan Disebut Machiavellian, Ketum Partai Rakyat Khawatirkan Nasib PDIP

AKURAT.CO Kedatangan Anies Baswedan ke kantor DPD PDIP di Cakung, Jakarta Timur, Sabtu lalu, menuai kritik tajam dari Ketua Umum Partai Rakyat, Arvindo Noviar.
Arvindo merasa terkejut melihat Anies yang sebelumnya diusung oleh Partai NasDem dalam Pilpres 2024 kini berpindah haluan ke PDIP.
Arvindo menilai bahwa langkah politik Anies ini semakin mengukuhkan citranya sebagai politisi yang menganut paham Machiavellian, di mana kepindahannya dari satu partai ke partai lain menunjukkan ambisi besar Anies untuk meraih dan mempertahankan kekuasaan.
Baca Juga: Ajarkan Anak Bersosialisasi Sejak Dini, Simak Dampak Positifnya
"Tidak mengherankan sebagai seorang Machiavellian, Anies pernah berkonferensi dengan Demokrat bersama Pak SBY, kemudian menjadi menteri, dan kini berpindah ke PDIP setelah sebelumnya bersama Surya Paloh dan NasDem," ujar Arvindo dalam keterangannya di Jakarta, Senin (26/8/2024).
Arvindo juga mengungkapkan kekhawatirannya bahwa PDIP bisa menjadi korban berikutnya dari manuver politik Anies.
"Saya khawatir PDIP malah menjadi korban barunya Anies," katanya.
Lebih lanjut, Arvindo menyebut, langkah Anies bergabung dengan PDIP merupakan tindakan yang wajar bagi seseorang yang menganut paham Machiavellian, di mana ambisi dan keinginan untuk meraih kekuasaan adalah prioritas utama.
"Tidak mengherankan jika Anies melakukan apa saja selama itu membuka pintu kekuasaan," ujarnya.
Untuk diketahui, Machiavellian adalah istilah yang berasal dari nama Niccolo Machiavelli, penulis buku "The Prince", yang dikenal dengan pandangan bahwa tujuan politik dapat menghalalkan segala cara untuk memperoleh atau mempertahankan kekuasaan.
Arvindo menegaskan bahwa pragmatisme Anies dalam menerima tawaran PDIP semakin menunjukkan karakternya sebagai Machiavellian.
"Selama itu membuka pintu kekuasaan, jangankan gabung PDIP, sepertinya gabung dengan siapa saja Anies akan lakukan asal mendapatkan kekuasaan," pungkas Arvindo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






