Fasilitasi Relawan RIDO, Golkar DKI Jakarta Gelar Nobar Pengambilan Nomor Urut

AKURAT.CO - Partai Golkar DKI Jakarta menggelar nonton bareng (Nobar) pengambilan nomor urut pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta. Acara berlangsung di halaman kantor DPD Golkar Jakarta di Cikini itu berlangsung meriah, Senin (23/09/2024)
Nobar dihadiri ratusan pendukung pasangan Ridwan Kamil - Suswono atau RIDO. Mereka berasal dari kader partai pengusung RIDO yang bergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus, relawan, dan simpatisan.
Ketua Harian Golkar Jakarta, Judistira Hermawan, menyebut acara nobar ini digelar untuk mengakomodasi para relawan yang tidak kebagian tempat di KPUD Jakarta.
"Malam ini juga kami bikin nonton bareng untuk memberikan ruang kepada seluruh pendukung, baik dari partai maupun relawan, di posko pemenangan," katanya.
Judistira menyebut kantor DPD Golkar Jakarta selanjutkan akan dijadikan sebagai Posko Cikini untuk pemenangan RIDO.
"Karena tiga bulan ke depan paling tidak, ini merupakan rumah untuk teman-teman semua yang berkumpul di dalam KIM Plus. Jadi semuanya boleh hadir di sini, boleh mendeklarasikan, boleh memberikan dukungan," kata Judistira.
Judistira menyebut saat ini sudah ada 100 kelompok relawan yang mendaftar untuk menjadi pendukung RIDO. Dukungan mereka nantinya bakal ditampung di DPD Partai Golkar.
"Saat ini kurang lebih sudah ada hampir 100 (kelompok) relawan setidaknya yang sudah kita list dan sedang kita verifikasi. Dan nanti pada saatnya mereka akan memberikan dukungan dan deklarasi di posko pemenangan ini," kata Judistira.
Acara Nobar dimulai dengan pelepasan pasangan RIDO menuju KPU Jakarta. Ridwan Kamil dan Suswono bersama para petinggi partai anggota KIM Plus membonceng Ojek Online (Ojol), konvoi menuju kantor KPU Jakarta.
Ridwan Kamil dan Suswono memilih naik ojek online untuk membelah kemacetan dari Cikini dan Salemba. RK dan Suswono kompak mengenakan helem berkelir kuning dan diantar 63 ojol.
Saat ditanya alasannya memilih naik ojek online, Cagub yang akrab disapa RK itu menyebut, karena ingin menembus kemacetan di Jakarta.
"Saya realistis aja, macet. Jadi alasannya sangat teknis (naik motor ke KPUD)," ujar RK sebelum berangkat.
Selain itu, RK menyebut alasannya memilih naik ojol karena ingin mendengar aspirasi dari para pengemudi.
Melalui cara ini juga ia yakin polusi di Jakarta dapat berkurang karena kendaraan yang digunakan adalah motor listrik.
"Kalau bisa naik motor listrik karena kan suatu hari membebaskan polusi Jakarta," kata mantan gubernur Jawa Barat ini.
"Gagasannya adalah secepatnya mengkonversi ke motor listrik. Mudah-mudahan menjadi pesan juga kita peduli dengan mereka di online transportasi, tapi mereka juga peduli deng an polusi," tambahnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









