DKPP: Regulasi Baku Kunci Pemilu Demokratis dan Bermartabat

AKURAT.CO Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menegaskan bahwa regulasi yang baku merupakan syarat mutlak untuk memastikan Pemilihan Umum (Pemilu) berjalan demokratis.
Menurut Ketua DKPP, Heddy Lugito, perubahan regulasi di tengah tahapan Pemilu dapat mengganggu proses dan menurunkan kualitas demokrasi.
"Ketika tahapan terganggu oleh regulasi baru yang muncul mendadak, kualitas Pemilu pasti menurun, yang akhirnya berdampak pada kualitas demokrasi kita," ujar Heddy dalam keterangannya kepada wartawan di Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/9/2024).
Ia menekankan, kemunculan regulasi baru di tengah tahapan Pemilu juga berpotensi membingungkan penyelenggara seperti KPU dan Bawaslu, yang sudah mempersiapkan prosedur jauh-jauh hari.
Akibatnya, penyelenggara bisa menghadapi kesulitan dalam merespons perubahan yang mendadak, bahkan berpotensi melanggar etik.
"Kadang pelanggaran etik muncul karena penyelenggara seperti KPU dan Bawaslu kebingungan merespons regulasi baru yang muncul di tengah tahapan," jelasnya.
DKPP berharap pemerintah dan DPR memiliki komitmen kuat untuk menjaga kepastian regulasi demi menghadirkan Pemilu yang bermartabat.
Baca Juga: 560 Personel Satpol PP Dikerahkan Amankan Pilkada Jakarta 2024
Menurut Heddy, regulasi yang stabil dan tidak berubah-ubah selama tahapan Pemilu adalah kunci untuk menjaga proses yang demokratis.
"DKPP berharap tidak ada lagi regulasi baru yang muncul di tengah tahapan Pemilu, karena dampaknya sangat luas," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









