Ridwan Kamil Siap Bentuk Tim Detektif untuk Cegah Anak Putus Sekolah di Jakarta

AKURAT.CO Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil dan Suswono (RIDO), telah merumuskan strategi untuk mengatasi masalah pendidikan di Jakarta.
Ridwan Kamil (RK) menegaskan bahwa pihaknya akan mempermudah akses pendidikan yang layak bagi warga Jakarta dengan cara menggratiskan biaya sekolah di sekolah negeri maupun swasta.
"Saya sudah menemukan solusi untuk warga kurang mampu. Masyarakat tidak perlu pusing-pusing lagi. Sekolah swasta akan digratiskan mulai tahun depan, khususnya bagi mereka yang tidak berhasil masuk sekolah negeri. Anggarannya akan disiapkan, jadi di sekolah swasta pun nanti biayanya akan ditanggung oleh pemerintah," ujar Ridwan Kamil di Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2024).
Baca Juga: Raline Shah Diisukan Pernah Menikah dengan CEO Coinbase, Brian Armstrong: Fakta atau Rumor?
RK menyatakan, dirinya akan berupaya agar tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah di Jakarta jika terpilih dalam Pilkada 2024.
Ia bahkan berencana membentuk tim detektif khusus untuk mencari dan mendata anak-anak yang putus sekolah agar mereka bisa melanjutkan pendidikannya.
"Di masa saya nanti, saya tidak ingin mendengar ada anak yang putus sekolah. Saya akan membentuk tim detektif untuk mencari anak-anak yang putus sekolah. Saya dengar ada lebih dari seribu anak yang masih tidak bisa melanjutkan sekolah," tegasnya.
Selain fokus pada pendidikan, RK juga menawarkan program yang mendukung warga Jakarta dalam memulai usaha melalui program Kredit Mesra (Masyarakat Ekonomi Sejahtera).
Baca Juga: Pesan Prabowo ke Ketum Parpol KIM: Jangan Tugaskan Menteri untuk Cari Uang dari APBN
Mantan Gubernur Jawa Barat dan Wali Kota Bandung ini menjelaskan bahwa program tersebut telah terbukti efektif dalam membantu masyarakat mengembangkan usaha kecil dan menengah (UMKM).
"Untuk modal usaha UMKM, kami punya program Kredit Mesra yang sudah saya jalankan sebelumnya. Kredit ini tidak memerlukan agunan seperti sistem perbankan konvensional. Kredit ini berbasis kelompok, di mana satu kelompok terdiri dari lima orang. Jika satu orang mengalami kesulitan, maka anggota kelompok lainnya akan bertanggung jawab untuk menyelesaikannya," kata Ridwan Kamil.
"Sebanyak 70 ribu warga sebelumnya sudah saya bantu melalui program ini, mulai dari modal usaha kecil sebesar 500 ribu rupiah hingga 10 juta rupiah. Insyaallah, program ini akan terus mendukung masyarakat Jakarta," tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










