Akurat Logo

Ridwan Kamil Siapkan Solusi untuk Warga Jakut, Kesejahteraan Nelayan hingga Pendidikan

Atikah Umiyani | 12 Oktober 2024, 22:30 WIB
Ridwan Kamil Siapkan Solusi untuk Warga Jakut, Kesejahteraan Nelayan hingga Pendidikan

AKURAT.CO Calon Gubernur Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil (RK), menyerap berbagai aspirasi dari masyarakat Jakarta Utara, melalui acara Bongkar Aspirasi Ridwan Kamil (BARK).

Pada acara itu, masyarakat Jakarta Utara bercerita tentang berbagai masalah kelas menengah. Mulai dari persoalan ekonomi, kegiatan kepemudaan, kekerasan seksual, hingga yang dialami nelayan.

Dia mengatakan, salah satu aspirasi datang dari seorang nelayan yang meminta agar letak pom bensin didekatkan dengan letak pelabuhan. Di sisi lain, nelayan juga khawatir atas rencana pemerintah yang akan membangun Giant Sea Wall.

Baca Juga: Tegak Lurus Pancasila, Ridwan Kamil-Suswono Siapkan Program Keumatan Lintas Agama

Merespons hal itu, dia akan berupaya untuk mendekatkan letak pom bensin. Sementara terkait pembangunan Giant Sea Wall, ia pastikan pembangunan tersebut tidak akan membuat nelayan di Jakarta kehilangan mata pencaharian.

"Giant Sea Wall-nya kan belum digambar. Aspirasi itu nanti masuk dalam proses desainnya. Enggak ada masalah, bedanya posisi untuk mencari ikan bergeser sedikit, yang tadinya di sini akan geser sedikit ke sana," ucap RK.

Selain itu, masyarakat Jakarta Utara juga mengutarakan masalah keamanan dan kriminalitas. RK menyampaikan, ada aplikasi panic button yang sudah disiapkan oleh pasangan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO).

Aplikasi tersebut akan terkoneksi sampai ke aparat keamanan di level polsek. Selain itu, dia memastikan bahwa Closed Circuit Television (CCTV) akan ditambah di seluruh RT dan RW di Jakarta.

Lebih lanjut, masyarakat juga ada yang mengeluhkan soal kasus yang terjadi di lembaga pendidikan atau sekolah, mulai dari kasus perundungan hingga kasus pelecehan. RK pun mengaku sudah menyiapkan solusinya.

"Kemudian tadi ada aspirasi, masih terjadi perundungan dan pelecehan. Saya sudah kasih solusi. Namanya aplikasi Stopper, untuk menyelesaikan masalah perundungan. Itu bisa kita terapkan dalam program seratus hari pertama saya sebagai gubernur," ucapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.