16 Relawan Jakarta Kompak Dukung Ridwan Kamil: Beliau Pemimpin yang Responsif dan Sudah Teruji

AKURAT.CO Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), mendapat dukungan dari 16 organisasi relawan yang tergabung dalam Persaudaraan Relawan Jakarta (PRJ).
Dukungan ini dideklarasilan oleh seluruh pimpinan 16 organisasi relawan di kantor DPP Persaudaraan 98, di wilayah Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2024).
Ketua PRJ sekaligus Ketua Relawan Persaudaraan 98, Wahab Talaohu, menegaskan dukungan ini diberikan atas kesadaran ideologis dan strategis. Dia yakin, Ridwan Kamil adalah calon pemimpin yang bisa menjawab segala masalah dan kebutuhan di Jakarta.
"Karena kami menganggap dengan segala problem yang ada di Jakarta, baik dari kemiskinan sampai banjir dan seterusnya, ini dibutuhkan pemimpin yang responsif, pemimpin yang adaptif, yang solutif, pemimpin yang sudah teruji," ucap Wahab.
Baca Juga: Persaudaraan 98: Ridwan Kamil Pemimpin Inovatif yang Siap Atasi Masalah Jakarta
"Dan kami kira pengalaman Kang Emil, atau yang kita kenal dengan Bang RK ini, selama memimpin dua periode di Kota Bandung dan juga satu periode Provinsi Jawa Barat, sudah teruji sekali," tambahnya.
Lebih lanjut, Wahab membeberkan, banyak hal yang sudah dilakukan oleh RK baik saat menjabat sebagai Wali Kota Bandung maupun pada saat menjabat Gubernur Jawa Barat.
"Beliau melakukan pengentasan terhadap kemiskinan, dan juga kalau kita lihat angka- angkanya, itu jelas dengan program masifnya adalah program infrastruktur, melakukan konektivitas, dimana bisa membangun desa-desa yang dari miskin, tertinggal menjadi maju, dan banyak sekali pengalaman-pengalaman beliau," tuturnya.
Oleh karenanya, Ridwan Kamil sudah layak untuk memimpin Jakarta pasca tak lagi berstatus sebagai Ibu Kota. Apalagi, Ridwan Kamil sudah mengenal Jakarta sejak masa gubernur-gubernur sebelumnya.
"Dan terkait dengan di Jakarta ini, kami lihat beliau pantas dan layak, karena beliau sendiri, Bang RK ini, sudah pengalaman 7 tahun, beliau menjadi staf ahli di zaman Pak Foke dan zaman Pak Sutiyoso, yang mungkin rakyat Jakarta belum ketahui betul," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









