Permintaan Tambahan Anggaran Rp20 Triliun dari Menteri HAM Natalius Pigai Dikritik DPR

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, menanggapi permintaan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai yang meminta tambahan anggaran dari Rp64 miliar menjadi Rp20 triliun.
Andreas menilai, permintaan ini seharusnya dibahas secara internal terlebih dahulu, apalagi Presiden Prabowo Subianto sudah menegaskan pentingnya efisiensi anggaran.
"Menteri adalah pembantu presiden, jadi sebelum ada permintaan anggaran tambahan, sebaiknya dibicarakan dulu dalam rapat koordinasi internal bersama menteri koordinatornya," kata Andreas dalam keterangannya, Kamis (24/10/2024).
Baca Juga: Jelang Tarung Ulang, Oleksandr Usyk Minta Tyson Fury Tandatangani Foto 'Tonjokan' Laga Pertama
Sebagai pimpinan Komisi DPR yang membidangi hukum dan HAM, Andreas menganggap permintaan tersebut kurang relevan, mengingat anggaran tahun 2025 sudah ditetapkan melalui pembahasan bersama antara pemerintah dan DPR.
"Apalagi, saat ini sudah ada pemisahan tiga kementerian: Kementerian Hukum, Kementerian HAM, serta Kementerian Imigrasi dan Lapas," jelasnya.
Andreas juga menyoroti, permintaan tambahan anggaran ini bertentangan dengan arahan Presiden Prabowo yang meminta efisiensi di kabinetnya.
Menurutnya, jika lonjakan anggaran sebesar itu disetujui, harus ada perencanaan dan program kerja yang matang serta transparansi mengenai bagaimana anggaran tersebut akan dialokasikan secara efektif.
Lebih jauh, Andreas menyebutkan, kenaikan anggaran yang signifikan untuk satu kementerian dapat mengganggu kebijakan fiskal nasional.
Baca Juga: Spesifikasi Drone DJI Air 3S, Andalan Baru untuk Fotografi Udara Malam Hari
"Anggaran yang sudah ditetapkan tidak bisa diubah sembarangan. Setiap kenaikan besar di satu kementerian akan mengurangi ruang bagi kementerian lain yang juga membutuhkan anggaran besar, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur," tambahnya.
Meskipun Menteri HAM Natalius Pigai beralasan bahwa tambahan anggaran ini diperlukan untuk mendukung program prioritas Presiden Prabowo, termasuk makan bergizi gratis dan pembangunan tiga juta rumah, Andreas menegaskan, semua program harus diperhitungkan secara matang dan selaras dengan tujuan jangka panjang pemerintahan.
"Tantangan besar lainnya seperti ketahanan pangan, infrastruktur, dan penanganan kemiskinan juga membutuhkan perhatian. Kenaikan anggaran harus diperhitungkan dengan cermat," tegas Andreas.
Sebelumnya, Natalius Pigai menjelaskan bahwa tambahan anggaran tersebut diperlukan untuk menunjang kerja Kementerian HAM yang baru, termasuk pembangunan dan pengawasan HAM di seluruh wilayah Indonesia, serta penanganan kasus pelanggaran HAM yang kompleks.
Baca Juga: Studi: Indonesia Teratas dalam Masalah Keamanan Cloud di Asia Pasifik
Pigai juga merencanakan program sosialisasi HAM di 79 ribu desa dan pendirian Universitas Hak Asasi Manusia, yang akan menjadi yang pertama di dunia.
Andreas menutup dengan menyatakan bahwa meskipun tujuan Menteri Pigai baik, perlu ada kajian mendalam agar program berjalan efektif tanpa mengorbankan kesejahteraan rakyat.
"Kita perlu mengkaji ulang anggaran ini agar semua program berjalan lancar tanpa mengorbankan program kesejahteraan rakyat," pungkas legislator dari NTT itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









