Revisi UU Politik: Pengamat Ingatkan Pentingnya Keadilan dan Kepentingan Rakyat

AKURAT.CO Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menyatakan, wacana revisi undang-undang politik harus mengedepankan prinsip keadilan dan tidak hanya menguntungkan sekelompok tertentu, terutama para incumbent.
"Sah-sah saja melakukan reformasi undang-undang Pemilu, tetapi jangan sampai revisi ini justru membuat sistem menjadi lebih rumit dan hanya berpihak pada incumbent," kata Ujang pada Jumat (1/11/2024).
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) tersebut menegaskan, revisi undang-undang politik perlu dilakukan dengan semangat memperbaiki kualitas Pemilu dan tata kelola politik secara keseluruhan, demi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
Baca Juga: Kata-kata Motivasi untuk Menyambut November 2024
Senada dengan itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan dukungannya terhadap revisi undang-undang politik.
Menurut Mardani, perubahan ini diperlukan untuk meningkatkan kualitas demokrasi dan Pemilu.
"Saya setuju bahwa undang-undang politik perlu direvisi agar tata kelola politik kita menjadi lebih baik. Hal ini berlaku untuk UU Pemilu maupun UU Pilkada," ujarnya.
Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Ahmad Doli, menambahkan bahwa terdapat delapan undang-undang terkait politik yang diusulkan untuk direvisi, termasuk rencana penyatuan UU Pemilu dengan UU Pilkada.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









