Partai Perubahan Tak Cukup Kuat Bawa Anies ke Pilpres 2029

AKURAT.CO Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, meyakini, Partai Perubahan tidak akan cukup kuat untuk membawa Anies Baswedan melaju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
“Partai baru seperti Partai Perubahan tidak akan mampu mendongkrak elektabilitas Anies Baswedan hingga mencapai posisi strategis dalam Pilpres 2029,” kata Efriza kepada Akurat.co, Rabu (13/11/2024).
Efriza menilai, Anies menghadapi tantangan besar dalam menarik dukungan masyarakat, mengingat segmentasi pemilihnya yang cukup terbatas.
Selain itu, kehadiran Partai Perubahan di waktu yang dinilai kurang tepat juga turut memperlemah potensinya.
Baca Juga: DPR Desak Pemerintah Perkuat Sistem Peringatan Dini Hadapi Cuaca Ekstrem
Dia mengingatkan, beberapa partai baru belakangan ini gagal mencapai suara yang cukup untuk lolos ke parlemen.
“Kehadiran Partai Perubahan dianggap kurang tepat secara momentum dan kemungkinan besar tidak akan menjadi fenomena seperti yang dialami Partai Demokrat atau Gerindra saat pertama kali muncul. Jika berkaca pada tiga pemilu terakhir, partai-partai baru cenderung kurang diterima oleh masyarakat,” jelasnya.
Menurut Efriza, Partai Perubahan tidak akan mampu mengusung Anies sebagai capres tanpa tambahan dukungan dari partai-partai besar yang sudah lolos parlemen.
Hal ini membuat langkah Anies menuju Pilpres 2029 masih panjang dan penuh tantangan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Respons Cepat Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dari AS
“Anies dan Partai Perubahan tidak akan mampu banyak berperan karena tanpa dukungan dari partai-partai besar, Partai Perubahan tidak akan bisa mengusung capres,” kata Efriza.
“Jadi, kehadiran partai ini hanya sekadar menambah variasi isu di tengah hangatnya suasana menjelang Pilkada serentak 2024,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








