Akurat
Pemprov Sumsel

Ridwan Kamil Sudah Siapkan 12 Langkah untuk Atasi Polusi Udara di Jakarta

Atikah Umiyani | 15 November 2024, 14:16 WIB
Ridwan Kamil Sudah Siapkan 12 Langkah untuk Atasi Polusi Udara di Jakarta

AKURAT.CO Calon Gubernur Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil (RK), mengaku sudah menyiapkan 12 langkah atau kebijakan untuk mengurangi polusi yang akan dilakukan jika dirinya terpilih di Pilkada 2024.

Pertama, yaitu membereskan tata ruang dengan menghadirkan zona perkantoran di banyak wilayh demi meminimalisir mobilitas warga setiap harinya.

"Kami ingin menghadirkan budaya baru, bagaimana warga tetap produktif namun minim mobilitas. Pola pikirnya harus baru, untuk produktif tidak lagi harus banyak mobilitas. Makanya, saya ingin memperbanyak zona perkantoran di banyak tempat di Jakarta," kata RK kepada wartawan di Jakarta, Jumat (15/11/2024).

Kedua, yaitu memperluas operasional TransJakarta sampai Bogor, Bekasi, dan Tangerang. Sebab, data menyebutkan ada sekitar 2 juta warga yang lalu lalang di Jakarta untuk mencari nafkah.

Baca Juga: Wajah Wapres Mejeng di Kampanye Akbar Ridwan Kamil-Suswono, Relawan Gibranku Dukung Calon Kepala Daerah yang Sejalan Bersama KIM

Ketiga, membuat kebijakan terkait kendaraan listrik. Kemudian keempat, melakukan penataan waktu bekerja, antara lain dengan menghadirkan kebijakan bekerja dari rumah.

Kelima, menegakkan kebijakan tentang uji emisi. Keenam, mengusung tata hijau dengan memperbanyak aktivitas penanaman pohon.

"Kami menargetkan dalam lima tahun bisa menanam 3 juta pohon dengan harapan bisa mengurangi suhu Jakarta hingga sekitar 2 derajat," jelasnya.

Ketujuh, mengusung kebijakan pro green space. Sebab menurutnya, di Jakarta masih ada banyak ruang yang bisa dimanfaatkan menjadi ruang hijau.

"Saya inginnya selama kavling tersebut belum dibangun, pemprov DKI akan meminjam lahan tersebut untuk dimanfaatkan, dibangun lahan hijau," tuturnya.

Ke delapan, menghadirkan rooftop garden. Nantinya, gedung yang memiliki atap datar akan diwajibkan untuk ditanami pohon. Kesembilan, mengusung tata teknologi agar kebijakan yang diambil sesuai dengan data yang ada.

Kesepuluh, menghadirkan truk embun. Sebelas, mengusung pembangkit listrik berbasis energi terbarukan. Dan terakhir, melakukan tata anggaran untuk merealisasikan climate budget.

"Truk embun ini sudah dilakukan di China. Setiap pagi, truk ini bertugas menyemprotkan H2O untuk mengurangi partikel yang menyebabkan polusi. Cara ini tentu butuh teknologi agar keputusan bisa diambil dengan bijaksana dan sesuai data yang ada," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.