Masyarakat Jakarta Menggugat Tuntut Pemungutan Suara Ulang di Pilkada 2024

AKURAT.CO Sekelompok warga yang menamakan diri Masyarakat Jakarta Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor KPUD Jakarta, Salemba, Jakarta Pusat, pada Senin (2/11/2024).
Aksi tersebut bertujuan menuntut keadilan terkait dugaan kecurangan dalam pelaksanaan Pilkada Jakarta 2024, khususnya di TPS 028 Pinang Ranti, Jakarta Timur.
Dalam aksinya, massa menyoroti adanya surat suara yang diduga sudah tercoblos terlebih dahulu untuk pasangan calon nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno.
Mereka menilai kejadian tersebut sebagai pelanggaran serius yang mencederai prinsip pemilu yang jujur dan adil (Jurdil).
Baca Juga: Presiden Prabowo Disambut Antusias Warga Karawang, Sapa Hangat dan Sentuhan Langsung
Tiga Tuntutan Utama
Sang orator, dari atas mobil komando, menyampaikan tiga tuntutan utama:
1. Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS yang diduga terdapat kecurangan.
2. Penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap dalang di balik kasus ini.
3. Penegakan demokrasi yang berpihak kepada rakyat, bukan untuk kepentingan segelintir pihak.
“Tindakan mencoblos surat suara sebelum waktunya adalah kecurangan yang nyata. Kami mendesak KPU segera menggelar PSU di TPS yang terbukti bermasalah. Jangan sampai suara rakyat DKI Jakarta diabaikan,” tegas sang orator.
Massa juga menuding KPU gagal menjaga integritas Pilkada. Mereka menganggap lembaga tersebut kecolongan atas insiden ini.
“Kalau ada kecurangan dan terbukti, harusnya PSU jadi solusi. Jangan sampai KPU dianggap mengabaikan nilai satu suara yang sangat penting untuk demokrasi di Jakarta,” ucap orator tersebut.
Baca Juga: Bawaslu Raih Predikat AA di Indeks Reformasi Hukum 2024, Bukti Komitmen pada Demokrasi
Ia juga menyinggung tingginya angka golput dalam Pilkada kali ini. Menurutnya, ini menjadi sinyal bahwa kepercayaan masyarakat terhadap proses pemilu mulai menurun akibat berbagai pelanggaran yang terjadi.
“Apakah KPU tidak menghargai suara rakyat? Pantas saja golput jadi tertinggi dalam sejarah Pilkada DKI,” tambahnya.
Dalam orasinya, sang pemimpin aksi mendesak aparat penegak hukum untuk segera menyelidiki siapa dalang di balik surat suara tercoblos.
“Bongkar siapa yang bertanggung jawab atas operasi curang ini. Demokrasi untuk rakyat, bukan untuk perusak. Jangan tunduk pada kecurangan!” serunya.
Aksi ini berlangsung damai dengan harapan agar KPU dan pihak terkait segera mengambil langkah tegas untuk memastikan proses Pilkada berjalan bersih, adil, dan transparan.
"Kami menolak tunduk pada KPU yang tidak jujur. Satu suara menentukan masa depan Jakarta,” tutup orator dengan lantang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










