Bawaslu Masih Dalami Kemungkinan Pemungutan Suara Ulang di Jakarta Timur

AKURAT.CO Bawaslu masih mendalami potensi pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di wilayah Jakarta Timur. Proses ini sedang berjalan di tingkat Bawaslu untuk memastikan langkah yang diambil sesuai dengan aturan dan kondisi yang terjadi di lapangan.
"Yang jelas, untuk Jakarta Timur ini masih berproses. Saat ini kami sedang melakukan pendalaman," kata Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, saat dimintai keterangan, Rabu (4/12/2024).
Menurut Lolly, PSU merupakan mekanisme koreksi terhadap kekeliruan yang terjadi selama proses pemungutan suara. Namun, jika kesalahan tersebut sudah terkoreksi sebelum surat suara masuk ke dalam kotak, maka tidak ada kewajiban untuk melaksanakan PSU.
Baca Juga: KPU Diminta Tingkatkan Partisipasi Pemilih Saat Pemungutan Suara Ulang Pilkada 2024
"Kalau kekeliruan itu sempat dikoreksi sebelum surat suara masuk ke dalam kotak, artinya keharusan untuk PSU gugur," jelasnya.
Dia juga menyoroti, pentingnya penelitian mendalam oleh jajaran pengawas pemilu terhadap peristiwa yang terjadi, termasuk kasus di Pinang Ranti, Jakarta Timur. Proses penelitian ini diharapkan selesai dalam 1-2 hari ke depan, mengingat batas waktu pelaksanaan PSU adalah 10 hari sejak kejadian yang memicu kebutuhan PSU.
"Hitungan terakhirnya harusnya tanggal 6 atau 7 Desember. Jadi, saat ini kami memastikan penelitian di tingkat bawah dilakukan dengan benar," imbuhnya.
Menurutnya, pelaksanaan PSU bukanlah hal sederhana. PSU membawa dampak pada anggaran dan partisipasi pemilih. Dia menyebutkan, bahwa turunnya tingkat partisipasi pemilih dalam PSU sebelumnya menjadi perhatian serius.
"Kalau memang terpenuhi unsur harus dilakukan PSU, maka harus dilaksanakan. Tapi, kalau tidak terpenuhi, maka kita juga harus menyatakan tidak perlu pemungutan suara ulang. Ini yang sedang berproses, termasuk untuk Jakarta Timur," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








