Gibran Dorong Peran Perempuan dalam Sukseskan Program Strategis Pemerintah

AKURAT.CO Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam mendukung keberhasilan program-program strategis pemerintah yang ia jalankan bersama Presiden RI, Prabowo Subianto.
Hal ini disampaikan Gibran saat membuka Konferensi Besar (Konbes) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/12/2024).
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dinilai mendapat dukungan penuh dari para perempuan.
“Kami sering berkunjung ke sekolah-sekolah untuk mengecek persiapan program MBG. Tanggapannya luar biasa, dan yang paling mendukung, paling mensupport program ini adalah para perempuan—ibu-ibu, orang tua murid,” ujar Gibran.
Baca Juga: Final BWF: Kalah di Laga Terakhir, Gregoria Mariska Tunjung Gagal ke Semifinal
Program MBG direncanakan mulai berjalan pada Januari 2025. Gibran menyebut program ini sangat strategis karena berpotensi meningkatkan perputaran ekonomi hingga Rp8 miliar per desa per tahun.
“Kemarin saat pemberian DIPA oleh Pak Presiden, beliau menegaskan pentingnya program ini. Bahkan sebelum saya dilantik, orang-orang sudah bertanya, ‘Mas, kapan makan siang gratisnya dimulai?’ Insyaallah tahun depan program ini akan berjalan,” jelasnya.
Gibran juga mengapresiasi peran perempuan dalam program pemberian akses modal seperti PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar).
Program ini, yang mayoritas nasabahnya adalah perempuan, telah menyalurkan dana sebesar Rp283 triliun kepada 21,2 juta perempuan dengan tingkat kredit macet (non-performing loan atau NPL) yang sangat rendah.
“PNM Mekaar ini luar biasa. NPL-nya rendah sekali karena ibu-ibu, para perempuan pengusaha ini sangat tertib dan disiplin. Ini membuktikan bahwa perempuan memiliki peran besar dalam pengelolaan ekonomi,” tegas Gibran.
Baca Juga: Dapat Izin BPOM, Usaha Nasabah PNM Mekaar Siap Masuki Pasar Lebih Luas
Selain itu, Gibran mengapresiasi berbagai inisiatif Fatayat NU seperti penanganan stunting, pencegahan kanker serviks, penguatan operasi Yasmin, dan pembentukan LKP 3A.
Menurutnya, kontribusi masyarakat, terutama perempuan, sangat penting untuk keberhasilan berbagai program pemerintah.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan peran dan kontribusi dari seluruh komponen bangsa. Untuk itu, saya sangat mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Fatayat NU,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








