PPN 12 Persen Hanya Berlaku untuk Barang Mewah, DPR Apresiasi Respons Pemerintah

AKURAT.CO DPR RI memberikan apresiasi kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka atas keputusan menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11 persen menjadi 12 persen, namun hanya untuk barang dan jasa mewah.
Kebijakan ini diambil berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) dan dianggap mengedepankan kepentingan rakyat kecil.
"DPR RI mengapresiasi pemerintah Prabowo-Gibran yang mendengarkan aspirasi rakyat dan DPR. Hasil pertemuan 5 Desember 2024 antara perwakilan DPR dan Presiden Prabowo telah memutuskan langkah yang pro rakyat," ujar Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (1/1/2025).
Dasco, yang juga Ketua Harian Partai Gerindra, mengungkapkan tiga poin utama dalam kebijakan pemerintah terkait PPN:
Baca Juga: Ancol Taman Impian Catat 78 Ribu Pengunjung di Hari Terakhir Tahun 2024
1. Kenaikan PPN Hanya untuk Barang Mewah
Tarif PPN naik menjadi 12 persen hanya berlaku untuk barang dan jasa mewah, seperti jet pribadi, kapal pesiar, dan properti mewah, yang sudah dikenakan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).
2. Barang dan Jasa Non-Mewah Tetap 11 persen
Barang dan jasa di luar kategori mewah tetap dikenakan tarif PPN lama, yaitu 11 persen.
3. PPN Nol Persen untuk Kebutuhan Pokok
Barang dan jasa kebutuhan pokok masyarakat, seperti beras, daging, susu, jasa pendidikan, kesehatan, dan angkutan umum, tetap dibebaskan dari PPN atau dikenakan tarif nol persen.
Dasco menilai, kebijakan ini menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil meskipun menghadapi tantangan fiskal.
Baca Juga: 98 Persen Bencana Hidrometeorologi Terjadi di Indonesia Sepanjang 2024
"Keputusan ini menunjukkan bahwa pemerintah lebih mengedepankan kepentingan rakyat kecil dibanding potensi penerimaan besar. Dengan kebijakan ini, pendapatan tambahan negara di APBN 2025 hanya diperkirakan sebesar Rp3,2 triliun, jauh lebih kecil dibanding potensi Rp75 triliun jika PPN 12 persen diberlakukan secara menyeluruh," jelas Dasco.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran dalam mewujudkan kemajuan Indonesia.
"Kita semua harus bersatu, mendukung pemerintah, dan berdoa agar pemerintahan ini membawa kemajuan bagi bangsa. Selamat Tahun Baru 2025," tutup Dasco.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









