Akurat
Pemprov Sumsel

Sabar Ada Batasnya, PDIP Harus Setop Tudingan ke Jokowi

Paskalis Rubedanto | 16 Maret 2025, 15:01 WIB
Sabar Ada Batasnya, PDIP Harus Setop Tudingan ke Jokowi

AKURAT.CO Berbagai tudingan dari PDI Perjuangan (PDIP) kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), dinilai tidak berdasar dan menimbulkan perang narasi.

PDIP harus bisa membuktikan tudingan-tudingan tersebut, agar tidak dianggap sebagai omon-omon atau omong kosong.

"Sabarnya manusia memang ada batasnya. Ya mungkin Jokowi juga sudah geram dan memberikan peringatan, dan menurut saya PDIP belum akan berhenti untuk perang narasi dengan Jokowi," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, kepada Akurat.co, Minggu (16/3/2025).

Baca Juga: Relawan Jokowi Tantang PDIP Tunjukkan Bukti soal Utusan, Jangan Menuduh Tanpa Dasar

Menurutnya, Ketua DPP PDIP, Deddy Yevri Sitorus, harus membuktikan mengenai pernyataannya yang menyebut ada seorang utusan yang mendatangi partainya untuk meminta tidak memecat Jokowi dari PDIP dan menyingkirkan Hasto.

"PDIP harus membuktikan bahwa yang dituduhkan ke Jokowi itu benar adanya, supaya tidak dianggap fitnah dan omon-omon. Terutama soal utusan Jokowi yang dimaksud, siapa orangnya sebut saja. Jelaskan secara gamblang siapa orangnya, menyampaikan pesan apa, dan lain-lain," tuturnya.

Dia menambahkan, pernyataan Hasto Kristiyanto saat ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu mengenai Jokowi, juga belum ada bukti konkretnya.

"Sebelumnya juga PDIP melalui Hasto belum membuktikan terkait beberapa hal yang dituduhkan ke Jokowi, termasuk soal melakukan operasi Revisi UU KPK demi melanggengkan anak-anaknya masuk dunia politik," tutur Iwan.

Sebelumnya, Deddy Sitorus dengan yakin mengungkapkan, pada 14 Desember tahun lalu, ada utusan yang datang dan meminta agar Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, mundur dari jabatannya. Selain itu, utusan tersebut juga diklaim meminta PDIP untuk tidak memecat Jokowi.

Baca Juga: Tudingan PDIP ke Jokowi Hanya Fitnah, PSI: Pola yang Dipakai Orang-orang Gagal

"Perlu diketahui bahwa sekitar tanggal 14 Desember, itu ada utusan yang menemui kami yang memberi tahu bahwa Sekjen harus mundur, lalu meminta jangan pecat Jokowi dan menyampaikan ada sekitar sembilan orang dari PDIP Perjuangan yang menjadi target dari pihak kepolisian dan KPK," ujar Deddy Sitorus pada Rabu (12/3/2025).

Meski menyampaikan tuduhan yang cukup serius, Deddy tidak memberikan bukti konkret atas pernyataannya.

Jokowi pun dengan tegas membantah, tuduhan yang menyebutkan dirinya mengirim utusan untuk meminta PDIP tidak memecatnya. Dia menantang, pihak yang menuduh untuk menunjukkan bukti atas klaim tersebut.

Dalam keterangannya di rumahnya di Sumber, Banjarsari, Jumat (14/3/2025), Jokowi menyatakan bahwa ia tak pernah mengutus siapa pun untuk menemui PDIP atau menyampaikan pesan tertentu.

"Enggak ada (utusan). Ya harusnya disebutkan siapa, biar jelas. Siapa? Siapa?" tegas Jokowi, seperti dilansir dari detikJateng.

Jokowi menegaskan, dia tidak memiliki kepentingan apapun untuk mengirimkan utusan ke partainya sendiri.

"Saya itu sudah diem lho ya. Difitnah saya diam, dicela saya diam, dijelekkan saya diam, dimaki-maki saya diam. Saya ngalah terus lho, tapi ada batasnya," ucap Jokowi, menekankan bahwa dirinya sudah terlalu sering menerima perlakuan serupa tanpa memberikan respons.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.