Ahmad Dhani Klarifikasi soal Naturalisasi Pemain: Tak Langgar Agama atau Pancasila

AKURAT.CO Anggota Komisi X DPR RI, Ahmad Dhani, akhirnya memberikan klarifikasi atas pernyataannya yang sempat menuai kontroversi terkait program naturalisasi pemain sepak bola Timnas Indonesia.
Dalam sidang etik di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/5/2025), Dhani menegaskan, maksud ucapannya sama sekali tidak bertentangan dengan nilai agama maupun Pancasila.
"Yang pertama, saya meyakini niatan saya untuk memperbaiki persepakbolaan Indonesia melalui natural development. Saya tidak merasa telah melanggar norma agama atau Pancasila," ujar Dhani di hadapan majelis MKD.
Dhani menjelaskan bahwa dalam rapat bersama Ketua Umum PSSI Erick Thohir beberapa waktu lalu, dirinya hanya menyampaikan gagasan tentang pentingnya pembinaan pemain muda keturunan Indonesia, bukan mengajak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan etika.
"Saya tidak pernah menyarankan praktik kumpul kebo. Saya justru menyarankan agar para pemain duda yang dinaturalisasi dijodohkan secara resmi dengan perempuan Indonesia," tegas Dhani.
Baca Juga: ASN DKI Padati Transportasi Umum di Hari Rabu, Kemacetan Bergeser ke Titik Transit
Ia juga menambahkan, hingga saat ini belum ada lembaga keagamaan resmi seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengkritisi atau menolak ucapannya.
"Setahu saya, sampai detik ini tidak ada statement resmi dari MUI terkait pernyataan saya," ucapnya.
Pernyataan kontroversial Ahmad Dhani sebelumnya disampaikan dalam rapat gabungan Komisi X dan Komisi III DPR RI bersama PSSI dan Kemenpora, Rabu (5/3/2025), terkait naturalisasi tiga pemain keturunan.
Dalam forum itu, Dhani mengkritik pola naturalisasi yang dinilai terlalu banyak mendatangkan pemain berwajah bule.
"Kurangi pemain yang berambut pirang dan bermata biru. Menurut saya, untuk Timnas Indonesia itu kurang enak dilihat," kata Dhani saat itu, sebagaimana dikutip dari YouTube TV Parlemen.
Dhani kemudian mengusulkan agar pemain keturunan yang dinaturalisasi ke depan adalah yang memiliki ras lebih dekat dengan orang Indonesia, serta menggulirkan ide menjodohkan pemain asing berstatus duda dengan perempuan Indonesia sebagai bagian dari program regenerasi alami.
"Kalau duda-duda itu dinaturalisasi, kita carikan jodoh perempuan Indonesia. Apalagi kalau Muslim, bisa empat istri," ucapnya saat itu.
Baca Juga: Prabowo Anugerahkan Bintang Kehormatan kepada Bill Gates atas Dedikasi Kemanusiaan
Ahmad Dhani menegaskan, jika majelis MKD menemukan adanya pelanggaran terhadap norma yang berlaku, ia siap mengoreksi ucapannya secara terbuka.
“Kalau memang pernyataan saya dianggap melanggar, saya siap mengoreksi sekarang juga," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









