RUU Pemilu Belum Masuk Agenda DPR, Dasco: Masih Perlu Bahas Rekayasa Konstitusi

AKURAT.CO Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan, Rancangan Undang-Undang tentang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) belum masuk dalam agenda resmi masa sidang saat ini.
Menurutnya, DPR masih perlu melakukan pembahasan lanjutan secara informal antarfraksi, khususnya terkait dinamika baru pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menuai kontroversi.
“Mungkin untuk RUU Pemilu belum kita bahas pada sidang ini karena kita masih juga secara informal berbicara antar fraksi,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/6/2025).
Dasco menyebut pembahasan RUU Pemilu kali ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati, mengingat MK disebut telah membuat keputusan yang menimbulkan dugaan rekayasa konstitusi.
“Baru kali ini Mahkamah Konstitusi memutuskan sesuatu yang dinilai sebagai rekayasa konstitusi. Ini bukan hal biasa,” tegas Ketua Harian DPP Partai Gerindra tersebut.
Baca Juga: Prabowo: Indonesia Berpeluang Jadi Negara Pertama Capai Target Nol Emisi Karbon
Karena itu, ia menekankan bahwa DPR tidak akan terburu-buru mengambil keputusan. Isu ini dinilainya sangat krusial dan menyangkut fondasi sistem ketatanegaraan, sehingga butuh masukan mendalam dari para ahli hukum tata negara.
“Rekayasa konstitusi ini tidak bisa diputuskan sembarangan. Kita butuh pendapat para ahli sebelum melangkah lebih jauh,” ujarnya.
Hingga kini, lanjut Dasco, komunikasi antarfraksi masih bersifat informal dan belum menghasilkan keputusan final. Ia mengimbau publik untuk tidak berspekulasi agar tidak menimbulkan kegaduhan.
“Pembicaraan masih informal. Kalau disampaikan ke publik sebelum final, justru bisa memicu dinamika yang tidak perlu,” ujarnya.
Diketahui, setelah MK mengabulkan sebagian uji materi terkait ambang batas parlemen dan sistem pemilu, DPR dan pemerintah didesak segera menindaklanjuti melalui revisi RUU Pemilu.
RUU ini termasuk dalam Paket RUU Politik (Pemilu, Pilkada, dan Partai Politik) yang telah ditetapkan dalam Prolegnas Prioritas 2025.
Omnibus Law Politik tersebut akan membahas sejumlah bab krusial, mulai dari sistem pemilu, mekanisme pilkada, struktur partai politik, hingga tata cara penyelesaian sengketa kepemiluan.
Baca Juga: Cara Cepat Validasi BSU 2025 Lewat NIK di bsu.kemnaker.go.id, Begini Langkahnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









