PAN Sambut Putusan MK Soal Keterwakilan Perempuan di AKD, Tegaskan Komitmen Beri Ruang Strategis

AKURAT.CO Partai Amanat Nasional (PAN) menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan adanya keterwakilan perempuan dalam setiap struktur pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD).
Putusan tersebut dinilai sebagai langkah penting untuk memperkuat peran perempuan dalam pengambilan keputusan di parlemen.
Wakil Ketua Umum DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay, menegaskan, PAN sejak awal telah konsisten memberikan ruang strategis bagi perempuan di DPR RI, baik melalui posisi Kapoksi maupun pimpinan fraksi.
“Di Fraksi PAN, Ketua dan Bendahara kami adalah perempuan, Ibu Putri Zulkifli Hasan dan Ibu Widya Pratiwi. Keduanya sangat kompeten. Seluruh urusan fraksi sejauh ini berjalan baik. Ibu Putri bahkan selalu menekankan agar anggota bekerja untuk kepentingan masyarakat, terlebih di tengah sorotan publik terhadap DPR,” ujar Saleh, dikutip pada Selasa (4/11/2025).
Ia menambahkan, selain memimpin fraksi, Putri Zulkifli Hasan juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Komisi XII, sementara Desy Ratnasari menjabat Wakil Ketua BURT.
Selain itu, banyak anggota perempuan Fraksi PAN yang memegang jabatan Kapoksi di berbagai komisi.
Baca Juga: PDIP Sindir Rencana Budi Arie Gabung Gerindra: Titip Gibran atau Strategi Politik?
Menurut Saleh, para srikandi PAN menunjukkan kinerja yang sangat baik dan aktif menginisiasi berbagai agenda strategis yang mendukung kinerja komisi dan pemerintah.
Dengan adanya putusan MK yang bersifat final dan mengikat tersebut, Saleh berharap seluruh fraksi di DPR segera menerapkannya secara konsisten.
Ia juga menilai, ke depan partai politik perlu semakin serius mempersiapkan kader perempuan agar siap memimpin di AKD.
“Tidak hanya soal jumlah, tetapi juga kualitas. Partai harus mempersiapkan caleg perempuan melalui proses rekrutmen, pelatihan, pembinaan, hingga penempatan. Jika dilakukan dengan baik, kualitas kerja DPR akan meningkat dan semakin berorientasi pada kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Ketua Komisi VII DPR RI itu juga mendorong agar keterwakilan perempuan tidak hanya di AKD, tetapi juga pada posisi strategis di fraksi dan dalam diplomasi parlemen di tingkat global.
“Jika perempuan memimpin, kebijakan yang dihasilkan akan lebih sensitif gender dan berpihak pada pemberdayaan perempuan. Ini memang tidak mudah, tetapi harus dilakukan. Fraksi PAN dengan bangga telah memulainya,” tutupnya.
Baca Juga: Bluebird Catat Kinerja Solid, Pendapatan Tembus Rp4,12 Triliun di Kuartal III 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










