Fahri Hamzah Kecam Seruan Saiful Mujani Gulingkan Prabowo: Inkonstitusional dan Ancam Demokrasi

AKURAT.CO Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP), Fahri Hamzah, menanggapi pernyataan konsultan politik Saiful Mujani yang mengajak publik menggulingkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Fahri menilai, ajakan tersebut inkonstitusional dan bertentangan dengan prinsip demokrasi yang telah diperjuangkan, termasuk oleh kalangan aktivis.
Ia menegaskan, dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, kekuasaan tidak hanya berada di tangan presiden, melainkan terbagi pada eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
“Dalam sistem konstitusi kita, presiden bukan satu-satunya. Ada cabang kekuasaan lain yang juga bisa dimintai pertanggungjawaban sebagai bagian dari tanggung jawab kolektif negara,” ujar Fahri di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (6/4/2026).
Ia mengingatkan agar kritik terhadap pemerintah tetap disampaikan melalui mekanisme konstitusional.
Fahri juga meminta pihak-pihak yang mendorong provokasi untuk melakukan introspeksi, mengingat perjuangan panjang dalam membangun demokrasi.
“Kalau kita mengizinkan tindakan inkonstitusional, itu justru berisiko membawa kemunduran demokrasi,” katanya.
Di tengah situasi global yang dinilai tidak stabil, Fahri menekankan pentingnya persatuan nasional.
Baca Juga: KPK Usut Skema Kuota Haji Tambahan, Dugaan Cuan Ilegal Travel Diselidiki
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak memperkeruh keadaan, melainkan memperkuat soliditas.
“Dunia sedang membutuhkan kita untuk kompak dan bersatu,” ucapnya.
Fahri juga menilai, kebijakan Presiden Prabowo, termasuk langkah efisiensi dan penghematan anggaran, bertujuan memperbaiki kebocoran serta pemborosan demi kepentingan masyarakat.
Sebelumnya, pernyataan Saiful Mujani dalam sebuah acara halal bihalal beredar luas di media sosial.
Ia menilai mekanisme pemakzulan formal tidak efektif dan mengusulkan konsolidasi gerakan sipil sebagai alternatif untuk menjatuhkan pemerintahan.
Pernyataan tersebut menuai respons, termasuk dari Fahri yang menegaskan pentingnya menjaga jalur konstitusional dalam menyikapi perbedaan pandangan politik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









