Akurat Logo

Hillary Sebut Kritik Amien Rais soal Seskab Teddy Lampaui Batas

Yusuf Tirtayasa | 4 Mei 2026, 12:36 WIB
Hillary Sebut Kritik Amien Rais soal Seskab Teddy Lampaui Batas
Hillary Sebut Kritik Amien Rais soal Seskab Teddy Lampaui Batas

AKURAT.CO Praktisi hukum sekaligus tokoh politik nasional Hillary Brigitta Lasut melontarkan kritik keras terhadap pernyataan Amien Rais yang menyinggung kehidupan pribadi Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya.

Menurut Hillary, narasi yang beredar telah melampaui batas etika publik karena tidak lagi berfokus pada kritik terhadap kinerja, melainkan menyerang ranah pribadi yang tidak relevan dengan tugas kenegaraan. Ia menilai situasi ini berpotensi menyeret institusi kepresidenan ke dalam spekulasi yang tidak bertanggung jawab.

Hillary menegaskan bahwa dalam demokrasi, kritik terhadap pejabat publik adalah hal yang sah dan penting. Namun kritik harus didasarkan pada fakta serta disampaikan dengan tanggung jawab.

Jika tidak, kritik tersebut berisiko berubah menjadi serangan personal yang dapat merusak kualitas diskursus publik dan memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Kritik Harus Berdasar Fakta, Bukan Serangan Personal

Hillary menilai bahwa pernyataan yang menyasar kehidupan pribadi seorang pejabat negara bukan lagi bagian dari kritik yang sehat.

“Ini bukan lagi kritik, ini serangan yang tidak berdasar. Kita semua sepakat bahwa kritik itu penting dalam demokrasi, tetapi ketika tuduhan dilempar tanpa bukti yang jelas, itu berubah menjadi fitnah,” tegasnya.

Ia menyayangkan sikap tokoh publik yang menurutnya seharusnya lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat luas.

Menurut Hillary, figur publik memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kualitas informasi di ruang publik. Pernyataan yang tidak terverifikasi justru dapat memicu spekulasi dan memperkeruh situasi politik.

“Figur publik seharusnya menjadi penjaga kualitas informasi, bukan justru menjadi sumber spekulasi. Ruang publik kita tidak boleh dipenuhi asumsi yang tidak terverifikasi,” ujarnya.

Seret Presiden ke Isu Pribadi Dinilai Berbahaya

Hillary juga menilai persoalan ini menjadi semakin serius karena narasi yang beredar turut menyeret konteks kepresidenan dalam isu yang bersifat pribadi.

Menurutnya, ketika kehidupan pribadi seorang pejabat dikaitkan dengan Presiden, dampaknya tidak hanya mengenai individu, tetapi juga menyentuh kehormatan institusi negara.

“Ketika isu pribadi seorang pejabat dikaitkan dengan Presiden, yang dipertaruhkan bukan lagi sekadar nama individu, melainkan kehormatan institusi negara. Pola seperti ini harus dihentikan,” ujarnya.

Hillary bahkan menantang pihak yang menyebarkan narasi tersebut untuk membuktikan tuduhan yang dilontarkan.

“Jika tidak ada dasar yang dapat dipertanggungjawabkan, langkah yang paling ksatria adalah melakukan klarifikasi terbuka atau menarik pernyataan tersebut. Ini adalah masalah integritas,” tambahnya.

Sebagai seseorang yang pernah berinteraksi langsung dengan sistem kerja di Sekretariat Kabinet, Hillary juga memberikan kesaksian mengenai kinerja Teddy Indra Wijaya.

“Saya saksi hidup bagaimana gerak cepat Seskab dalam menangani laporan masyarakat. Salah satunya adalah kasus ketidakadilan yang menimpa seorang anak dari wilayah perbatasan, yang akhirnya mendapatkan keadilan berkat respons cepat beliau,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Hillary mengingatkan para aktor politik untuk tetap menjaga kompas moral dalam berkompetisi.

“Apabila ada persaingan politik, berlomba-lombalah dalam membantu masyarakat. Jangan sampai ketidakmampuan bersaing secara sehat membuat kita kehilangan hati nurani. Kritik itu membangun negara, tetapi fitnah hanyalah pembodohan publik,” pungkasnya.

Hillary juga menegaskan bahwa ruang demokrasi harus dijaga agar tetap sehat, dengan kritik yang berbasis fakta dan tidak berubah menjadi serangan personal yang merusak integritas diskursus publik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.