Akurat Logo

Didi Mahardhika Minta Gerakan Mahasiswa Jaga Integritas

Saeful Anwar | 5 Juli 2026, 18:25 WIB
Didi Mahardhika Minta Gerakan Mahasiswa Jaga Integritas
Ilustrasi demonstrasi.

AKURAT.CO Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra sekaligus Ketua Dewan Kehormatan Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis, Didi Mahardhika, menyoroti mencuatnya dugaan suap yang menyeret organisasi mahasiswa terkait aksi unjuk rasa.

Ia mengingatkan agar gerakan mahasiswa tetap menjaga integritas sebagai kekuatan moral dalam kehidupan demokrasi.

Menurut Didi, apabila dugaan tersebut terbukti melalui proses hukum, maka hal itu berpotensi mencederai marwah gerakan mahasiswa yang selama ini dikenal sebagai agen perubahan dan pengawas jalannya pemerintahan.

"Gerakan mahasiswa memiliki posisi terhormat dalam sejarah bangsa. Karena itu, integritas harus tetap dijaga. Jika benar ada praktik-praktik yang bertentangan dengan nilai perjuangan mahasiswa, tentu sangat disayangkan," ujar Didi dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026).

Putra almarhumah Rachmawati Soekarnoputri itu menegaskan dirinya tidak lagi terlibat dalam pengelolaan yayasan maupun institusi pendidikan yang didirikan sang ibu sejak 2021.

"Saya tidak lagi berada dalam struktur pengelolaan yayasan maupun universitas. Karena itu, perkembangan yang terjadi saat ini berada di luar tanggung jawab saya," katanya.

Baca Juga: PIK2 Seleksi 48 Calon Penerima Beasiswa Pesisir Nusantara, Dorong Akses Kuliah bagi Generasi Muda

Didi berharap lembaga pendidikan yang didirikan Rachmawati tetap konsisten mencetak generasi muda yang kritis, berintegritas, dan memiliki komitmen terhadap kepentingan bangsa.

Ia juga mengingatkan agar gerakan mahasiswa tidak kehilangan independensi karena kepentingan politik maupun kepentingan kelompok tertentu.

"Mahasiswa harus tetap menjadi kekuatan moral yang berpihak kepada rakyat. Jangan sampai gerakan mahasiswa kehilangan kepercayaan publik karena terseret kepentingan politik praktis ataupun kepentingan lainnya," tegasnya.

Menurut Didi, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang dijamin konstitusi.

Namun, kritik tersebut seharusnya diarahkan untuk memperkuat pengawasan dan memperbaiki pelaksanaan kebijakan, bukan sekadar mendorong penghentian program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Peran mahasiswa adalah mengawal, mengawasi, dan memberikan masukan agar setiap program berjalan lebih baik. Itulah esensi gerakan mahasiswa sebagai kontrol sosial dalam demokrasi," pungkasnya.

Baca Juga: Skill Test G-to-G Korsel Digelar, KP2MI Minta Calon Pekerja Migran Asah Skill dan Bahasa

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.