Akurat
Pemprov Sumsel

Stabilkan Harga Tiket Pesawat, Erick Thohir Ingin Garuda Indonesia Segera Tambah Volume Penerbangan

| 17 Agustus 2022, 12:30 WIB
Stabilkan Harga Tiket Pesawat, Erick Thohir Ingin Garuda Indonesia Segera Tambah Volume Penerbangan

AKURAT.CO, Menteri BUMN Erick Thohir meminta maskapai Garuda Indonesia untuk menambah volume penerbangan. Hal ini disinyalir untuk menguatkan peran maskapai penerbangan milik BUMN agar menjadi motor yang mampu menyediakan tiket pesawat murah untuk rakyat.

"Makanya kalau Garuda Indonesia bisa lebih produktif lagi dalam jumlah pesawatnya, sehingga pengurangan dari stabilitas harga tiket bisa diseimbangi," ujar Erick Thohir ketika dijumpai sejumlah wartawan, Selasa (16/8/2022).

Erick Thohir menyebut pentingnya untuk segera menambah volume penerbangan, dengan demikian diharapkan segera cairnya penanaman modal negara untuk Garuda Indonesia. Mengingat melalui modal tersebut Erick Thohir optimistis akan mampu membuat Garuda Indonesia bersaing secara bisnis sekaligus mampu menjaga harga pesawat yang terjangkau bagi rakyat.

"Garuda Indonesia dulu kita harap (PMN) segera cair, apalagi kita lihat industri penerbangan mesti kita jaga, apalagi harga tiket pesawat ini kan sangat mahal," tutur Erick Thohir.

Erick Thohir menjelaskan ada tiga hal yang mengakibatkan tiket pesawat saat ini tinggi. Pertama adalah harga avtur yang meroket.

"Kedua adalah daerah tujuan tertentu yang jumlah pesawatnya tidak maksimal. Lalu faktor terakhir adalah jumlah pesawat yang mau dibeli pun sulit. Hari ini Boeing dan Airbus kan mengurangi produksinya," ucapnya.

Meski faktor tersebut memberatkan, namun Erick Thohir optimistis Garuda Indonesia mampu memanfaatkan momentum kebangkitan industri pesawat sekaligus berperan menjaga harga yang terjangkau bagi rakyat.

Sekadar informasi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan tidak semua bahan bakar akan ditahan kenaikannya seiring terjadinya lonjakan harga komoditas energi di pasar global.

Contohnya ialah kenaikan harga avtur yang juga mempengaruhi kenaikan harga tiket pesawat, dan bisa menjadi penyebab kenaikan inflasi dari sektor transportasi.

Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memang telah mengizinkan maskapai penerbangan melakukan penyesuaian tarif atau harga tiket pesawat menyusul kenaikan harga minyak dan avtur dunia, dengan melakukan penyesuaian biaya fuel surcharge pada angkutan udara dan ketentuan batas atas / bawah harga tiket pesawat.

Irfan mengatakan, selama masa kenaikan harga tiket, kebanyakan penumpang maskapai Garuda Indonesia saat ini adalah penumpang yang sudah membeli jauh-jauh hari, ketika diadakannya promo-promo tertentu.

"Penumpang yang merasakan harga tike pesawat naik, adalah penumpang last minute (penumpang yang membutuhkan penerbangan secepatnya secara mendadak)," ucapnya.

Oleh karena itu, Irfan mengatakan, para calon penumpang lebih baik memesan jauh-jauh hari dengan promo yang tersedia nantinya, agar tidak merasakan harga tiket yang naik. Lalu, khusus calon penumpang pesawat internasional, bisa menunggu frekuensi penerbangan kembali normal dan memantau secara jeli harga tiket pesawat internasional.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.