Akurat
Pemprov Sumsel

Ekonom Sebut Tren Belanja Online Tak Membuat Prospek Bisnis Mall Meredup Karena Ini

Silvia Nur Fajri | 23 Februari 2024, 14:22 WIB
Ekonom Sebut Tren Belanja Online Tak Membuat Prospek Bisnis Mall Meredup Karena Ini

AKURAT.CO Ekonom Senior Indef, Aviliani melihat di tengah pergeseran tren belanja ke arah online, prospek bisnis mall di Indonesia masih tetap cerah.

Menurut Aviliani, mall masih akan tetap relevan, terutama karena beberapa faktor kunci yang mempengaruhi perilaku belanja masyarakat.

"Dengan semakin banyak orang yang beralih ke belanja online, beberapa pertanyaan muncul mengenai masa depan bisnis mall di Indonesia, terutama menjelang bulan Ramadan," kata Aviliani saat talkshow bertajuk Geliat ekonomi dan retail Pasca Pemilu di Indonesia, di Plaza Senayan, Jakarta, Jumat (23/2/2024).

Baca Juga: Pacific Place Mall Jakarta Bagi-Bagi Hyundai IONIQ 5 Kepada Pelanggan Setianya

Menurutnya, meskipun belanja online semakin dominan, mall masih memiliki daya tariknya sendiri, terutama dengan keberadaan berbagai outlet F&B. Aspek lain yang menarik perhatian Aviliani adalah perilaku belanja fashion. 

"Saya melihat bahwa orang masih memilih untuk pergi ke mall saat membeli pakaian, terutama karena mereka ingin mencoba pakaian secara langsung sebelum membelinya," tambahnya.

Senada, Direktur SOGO Indonesia, Handaka Santoso percaya penjualan di mall dan online tetap tidak saling mempengaruho.

Sebab menurutnya pembeli bisa merasakan langsung bahan yang dibeli sedangkan belanja online tidak bisa bahkan kerap kali beda apa yang di pesan.

"Kalau belanja online tidak bisa lihat bahan, sedangkan mall tetap menjadi tujuan utama untuk pengalaman belanja yang lebih interaktif dan sosial juga bisa lihat bahan yang dibeli," ujarnya.

Sehingga, hal ini dapat memberikan pandangan yang optimis mengenai masa depan bisnis mall di Indonesia meskipun dihadapkan dengan tantangan dari belanja online.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.