MenkopUKM Sebut Barang Impor Murah Bikin Penjualan di Tanah Abang Sepi

AKURAT.CO Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Teten Masduki, mengungkapkan sepinya pembeli di Tanah Abang bukan disebabkan oleh kehadiran e-commerce, melainkan oleh banjirnya produk impor murah yang membuat produk lokal sulit bersaing.
Penjelasan ini muncul sebagai tanggapan atas keluhan pedagang Tanah Abang terkait penurunan penjualan menjelang Ramadan, ketika biasanya permintaan baju baru untuk Idul Fitri meningkat drastis.
"Sebenarnya begini ya, sudah lama kan kami angkat masalah ini bahwa banyak produk konsumen khususnya di Tanah Abang kan produk pakaian jadi kan tidak bisa bersaing dengan produk-produk dari luar. Ya termasuk juga produk luar yang dijual di online. Jadi ini bukan persoalan offline dan online," kata Teten di Kantor Kementerian UKM, Jakarta, Jumat (8/3/2024).
Baca Juga: Bukan E-Commerce, Ini Penyebab Pasar Tanah Abang Tetap Sepi
Teten menegaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah untuk memperketat masuknya produk impor guna melindungi industri lokal. Langkah ini diambil untuk mengurangi dampak negatif tidak hanya bagi pedagang offline, tetapi juga pedagang online.
"Sehingga Pak Presiden waktu itu dalam rapat kabinet beberapa waktu lalu sudah meminta ada pengaturan pengetatan impor konsumer good barang-barang konsumsi dari luar, supaya produk dalam negeri tidak terpukul baik yang dijual di offline maupun di online ya saya kira itu aja yang perlu segera diimplementasikan," jelasnya.
Sehingga penjualan di Tanah Abang mengalami penurunan signifikan kisaran 50%, yang disebabkan oleh produk impor murah yang mempengaruhi daya saing produk lokal. Teten menegaskan komitmen pemerintah untuk mengatasi masalah ini dengan pengetatan impor.
Bahkan, pedagang lokal juga kesulitan bersaing dalam penjualan online karena harga barang impor yang lebih murah.
Dampak penurunan penjualan diperkirakan akan bertahan, dan pemerintah berjanji untuk mencari solusi guna mendukung pertumbuhan usaha kecil dan menengah.
"Saya diskusi dengan PD Pasar Jaya, memang terjadi penurunan. Kemungkinan bisa permanen walaupun pada waktu-waktu tertentu seperti Lebaran akhir tahun ada peningkatan, tapi bisa dipastikan dampak penurunannya bisa permanen," kata Teten.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









