AKURAT.CO Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengungkapkan sertifikat tanah yang sah mencegah sengketa atau konflik lahan dan mafia tanah.
"Ini adalah kegiatan yang terus menjadi tugas sehari-hari Kementerian ATR/BPN di seluruh Indonesia untuk meyakinkan agar program pensertifikatan secara nasional dalam semangat Reforma Agraria yakni Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), ini yang kita harapkan bisa kita kejar target-targetnya hingga akhir tahun, dan juga tuntas tahun depan agar semua anggota masyarakat Indonesia punya sertifikat yang sah dari negara sehingga ini memperkecil ruang terjadinya penyalahgunaan diduplikasi dipalsukan termasuk oleh mafia-mafia tanah," ujar AHY melalui lansiran antara.
Sertifikat tanah ini juga mencegah terjadinya sengketa konflik baik antarwarga maupun antara masyarakat dengan badan hukum, termasuk perusahaan dan pemerintah sendiri.
"Dengan demikian, harapannya ke depan masyarakat semakin memiliki kepastian hukum dan memiliki nilai ekonomi yang makin tinggi, karena sertifikat yang asli dan sah dari negara ini tentu bisa digunakan untuk mendapatkan pinjaman modal usaha bagi masyarakat yang membutuhkan, sehingga akan menggulirkan ekonomi rakyat dan akan menambah pemasukan bagi negara," kata AHY.
Dalam kunjungan kerjanya ke Kalimantan Tengah, AHY menyerahkan sejumlah sertifikat hak atas tanah yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, kepada Pemerintah Kota Palangka Raya dan juga kepada sejumlah kalangan khususnya sertifikat wakaf masjid dan juga rumah-rumah ibadah yg lain, seperti gereja yang ada di Kalimantan Tengah.
Dirinya juga menegaskan untuk terus memasifkan Sertifikat Tanah Elektronik bagi semua pihak. Sertifikat Tanah Elektronik mulai diimplementasikan di beberapa kabupaten/kota Indonesia.
Hal ini merupakan bagian dari transformasi digital yang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) lakukan dengan harapan semakin memudahkan pelayanan kepada masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










