Akurat
Pemprov Sumsel

Antisipasi Krisis Pangan, Kementan Panen Padi Gogo di Pohuwato Gorontalo

Arief Rachman | 21 September 2024, 20:55 WIB
Antisipasi Krisis Pangan, Kementan Panen Padi Gogo di Pohuwato Gorontalo

AKURAT.CO Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan program strategis guna atasi darurat pangan, khususnya untuk daerah lahan kering. Progam yang dimaksud berupa perluasan areal tanam (PAT) melalui penanaman padi gogo.

Sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, padi gogo merupakan varietas padi yang dirancang tahan terhadap lahan kering. Hal tersebut menjadi strategi jitu untuk memperkuat akselerasi swasembada hingga menjadi lumbung pangan dunia.

"Perluasan areal tanam (PAT) Padi (Gogo) dilakukan sebagai antisipasi krisis pangan global. Ini upaya dari pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman krisis pangan dunia," kata Amran dalam keterangannya, Sabtu (21/9/2024).

Baca Juga: Cek di Sini! Sinopsis dan Fakta Menarik Film Hellboy The Crooked Man yang Resmi Tayang di Indonesia

Menindaklanjuti arahan itu, Pusat Pendidikan Pertanian, sebagai Pj Provinsi Gorontalo melakukan panen Padi Gogo di Kabupaten Pohuwato, Jumat (20/9/2024).

Panen bersama dilakukan oleh Plt. Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Kadis Pertanian Pohuwato, dan Kepala BSIP Provinsi Gorontalo. Hadir pula Camat Popayato Barat serta perwakilan Danramil setempat.

Adapun lokasi panen berupa lahan tumpang sisip (tusip) padi gogo seluas 0,25 hektare untuk varietas inpago fortiz.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menjelaskan, padi yang dipanen cocok untuk daerah-daerah yang sumber airnya tidak terlalu banyak.

Baca Juga: Perubahan Apa yang Ibu Bapak Rasa Akan Paling Signifikan di Kelas dengan Implementasi Kurikulum Merdeka?

"Karena varietas ini tidak membutuhkan banyak air," ujar Inneke Kusumawaty, selaku Plt. Kapusdiktan di lokasi.

Inneke berujar, padi yang dipanen itu berasal dari benih berlabel putih, artinya dapat digunakan untuk dua kali tanam.

"Sehingga hasil panen ini dapat digunakan sebagai benih kembali (berlabel ungu). Untuk itu sebaiknya tidak untuk konsumsi, melainkan digunakan sebagai benih," kata Inneke.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.