Ekonom: Pemerintahan Prabowo Bisa Pertimbangkan Usulan Pembentukan Dewan Logistik Nasional

AKURAT.CO Demi menekan biaya logistik nasional, pemerintah diusulkan membentuk Dewan Logistik Nasional. Hal ini dikemukakan oleh Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Gus Addin dalam forum BNI Investor Daily Summit 2024 belum lama ini.
Menurutnya, usulan ini bertujuan untuk menurunkan biaya logistik, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat daya saing produk nasional di pasar domestik maupun global. Gus Addin menyampaikan pentingnya keberadaan lembaga khusus yang mampu mengelola logistik secara terintegrasi dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia juga menekankan bahwa dewan ini akan membantu menciptakan sistem one stop service yang lebih efisien dan mendukung percepatan ekonomi. "Dewan logistik nasional perlu dibentuk untuk menciptakan efisiensi cost logistic nasional, sehingga produk-produk nasional dapat bersaing di kancah domestik dan global," ujar Gus Addin dalam forum tersebut.
Baca Juga: Ekonom Sambut Usulan Pembentukan Dewan Logistik Nasional
Merespons usulan tersebut, Ekonom dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Ryan Kiryanto menilai usulan pembentukan Dewan Logistik Nasional dapat dipertimbangkan oleh pemerintahan yang baru, karena dapat melengkapi keberadaan Sistem Logistik Nasional (Sislognas) yang sudah dibentuk oleh pemerintah sejak 2012 melalui Peraturan Presiden.
"Secara prinsip, usulan Ketua Umum GP Ansor terkait Dewan Logistik Nasional (DLN) bisa dipertimbangkan dan dikaji oleh pemerintahan baru. Usulan tersebut melengkapi eksistensi Sistem Logistik Nasional (Sislognas) yang sudah dibentuk pemerintah sejak 2012 melalui Perpres yang ditandatangani oleh Presiden SBY waktu itu," jelas Ryan Kiryanto saat dihubungi Akurat.co, Kamis (10/10/2024).
Ia juga menambahkan bahwa cetak biru pengembangan logistik nasional sudah ada, dengan perencanaan bertahap hingga 2025. Lebih lanjut, Ryan Kiryanto menyebutkan bahwa pembentukan DLN dapat meningkatkan efisiensi nasional, baik dari aspek biaya, tenaga, maupun pikiran.
Hal ini diharapkan akan mendongkrak peringkat Indonesia dalam Logistik Performance Index (LPI), yang pada akhirnya memperkuat daya saing Indonesia di kancah global. "Usulan tadi valid dengan pertimbangan untuk meningkatkan efisiensi nasional melalui Sislognas yang dikelola, diatur, dan diawasi oleh DLN. Ini akan mendongkrak daya saing Indonesia karena Logistik Performance Index (LPI) membaik atau meningkat," ungkapnya.
Pada akhirnya, Ryan menyimpulkan bahwa usulan ini perlu dipikirkan secara matang, dikaji secara mendalam, serta disiapkan anggarannya agar dapat diimplementasikan dengan baik. "Kesimpulannya, silahkan dipikirkan, dikaji, disiapkan anggarannya, dan dikerjakan dengan baik," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









