Wamenaker: Tantangan Rekrutmen Kerja Gen-Z Jadi Fokus Evaluasi Pemerintah

AKURAT.CO Persoalan sulitnya mendapatkan pekerjaan menjadi isu krusial yang terus dibahas dari masa ke masa.
Meski kita telah memasuki era modern, di media sosial masih banyak forum yang membahas peluang karir dan keluhan terkait persyaratan kerja yang dianggap terlalu tinggi, terutama bagi generasi Z.
Masalah yang sering dihadapi termasuk batasan usia, latar belakang pendidikan yang tidak sesuai, serta tuntutan keterampilan yang dirasa memberatkan.
Dalam sebuah acara yang disiarkan oleh salah satu stasiun tv swasta, Selasa (22/10/2024), Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wakenaker), Immanuel Ebenezer, berkesempatan menjawab pertanyaan salah satu audiens mengenai tantangan yang dihadapi oleh generasi Z dalam menembus rekrutmen pekerjaan.
Baca Juga: 7 Alasan Masuk Jurusan Farmasi bagi Calon Mahasiswa Baru
Acara ini dipandu oleh Rivana Pratiwi dan membahas rencana gebrakan kinerja para menteri untuk membantu pemerintahan.
Selain Immanuel, turut hadir sebagai narasumber Yandri Susanto (Menteri Desa dan PDT), Maman Abdurrahman (Menteri UMKM), pakar hukum tata negara Refly Harun, serta Direktur Eksekutif Charta Politika, Winarto Wijaya.
Audiens yang hadir di studio adalah mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa KPI UIN Jakarta.
Saat sesi tanya jawab, seorang mahasiswa bernama M. Akbar menanyakan bagaimana pemerintah menghadapi tantangan yang dialami generasi Z dalam memperoleh pekerjaan.
Ia menyoroti persyaratan kerja yang dianggap sulit dipenuhi oleh para pelamar muda. Menjawab pertanyaan tersebut, Immanuel Ebenezer mengkritisi bagaimana beberapa perusahaan sering kali lebih memprioritaskan tenaga kerja daripada kualifikasi akademis pelamar.
“Sering kali perusahaan mensyaratkan ketentuan khusus untuk para pelamar, padahal yang dibutuhkan hanya tenaga, bukan disiplin ilmunya,” ujarnya.
Immanuel menekankan, hal ini akan menjadi bahan evaluasi pemerintah ke depannya.
Selain itu, ia mendorong generasi Z untuk memanfaatkan peluang besar di era digital, di mana membuka usaha atau bisnis, terutama di sektor startup, bisa menjadi alternatif menarik dibandingkan bekerja di perusahaan.
“Hari ini adalah era digital. Kawan-kawan punya peluang besar untuk membangun bisnis yang bisa dijalankan dari rumah. Ngapain jadi pekerja kalau bisa bisnis?” jelasnya.
Selain itu, ia menyebut bahwa persyaratan kerja yang ketat di Indonesia seakan menjadi bentuk "kejahatan" yang telah terlegitimasi dan dibiarkan selama bertahun-tahun, menegaskan bahwa ini akan menjadi perhatian serius Kementerian Ketenagakerjaan.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman turut menambahkan bahwa sektor UMKM bisa menjadi solusi bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan kerja.
Ia juga menekankan pentingnya karakter disiplin dalam meraih sukses di era digitalisasi.
Baca Juga: Prabowo Sebut Tongkat Nabi Sulaiman AS, Apa Saja Mukjizat Nabi Sulaiman AS?
Maman optimis, pemerintah akan membuat kebijakan yang mendukung pengembangan generasi muda, selama mereka menunjukkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemerintah dan sektor swasta diharapkan dapat menciptakan kebijakan rekrutmen yang lebih inklusif, agar generasi Z bisa berkontribusi lebih maksimal dalam meningkatkan ekonomi dan taraf hidup masyarakat, dengan inovasi dan masa depan cerah sebagai hasil akhir yang diinginkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










