Akurat
Pemprov Sumsel

Investasi Rp2,5 Triliun, IST Siap Penuhi Kebutuhan Industri Migas

Hefriday | 9 November 2024, 10:08 WIB
Investasi Rp2,5 Triliun, IST Siap Penuhi Kebutuhan Industri Migas

AKURAT.CO Indonesia Seamless Tube (IST) hadir sebagai pabrik pipa baja tanpa sambungan yang siap mendukung kebutuhan industri minyak dan gas (migas) di dalam negeri.

Diproyeksikan, kebutuhan pipa seamless dalam sektor ini mencapai sekitar 500.000 ton per tahun. Kehadiran IST memberikan alternatif lokal bagi penyediaan pipa baja tanpa sambungan yang sebelumnya sebagian besar diimpor, sehingga dapat meningkatkan ketahanan industri nasional terhadap fluktuasi pasokan impor.

CEO Inerco Global International, Hendrik Kawilarang Luntungan, menegaskan bahwa IST sebagai pabrik pipa baja seamless pertama di Indonesia berkomitmen pada industrialisasi dalam negeri.

"Kami menginvestasikan sekitar Rp2,5 triliun untuk mendirikan pabrik ini hingga dapat beroperasi. Ini bukan sekadar investasi, melainkan upaya nyata dalam mendorong industrialisasi nasional,” ungkap Hendrik di Jakarta, Jumat (8/11/2024). 

Baca Juga: Mahathir Batalkan 3 Proyek Pipa Migas China di Malaysia

Menurutnya, IST merupakan konsorsium antara PT Artas Energi Petrogas dan Inerco Global International yang memiliki tujuan untuk mengembangkan industri padat karya serta berteknologi tinggi. Sejak mulai beroperasi, IST memiliki kapasitas produksi optimal mencapai 300.000 ton per tahun. 
 
Dengan kemampuan tersebut, IST berpotensi memenuhi sekitar 60% dari total kebutuhan pipa seamless nasional. Ini adalah langkah penting untuk mengurangi ketergantungan impor dan mendorong efisiensi dalam industri migas. 
 
Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian, produk IST memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 43 persen. Capaian ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memenuhi standar TKDN dan meningkatkan kontribusi komponen lokal.

Hendrik menyatakan bahwa pendirian IST terinspirasi dari sosok ekonom Indonesia, Soemitro Djojohadikoesoemo, yang juga ayah dari Presiden Prabowo Subianto. Konsep pembangunan industri nasional yang dicanangkan Soemitro dalam Soemitro Plan menjadi dasar pemikiran dalam membangun pabrik ini.
 
"Saya menempatkan pendirian IST sebagai perwujudan dari gagasan Pak Cum (Soemitro) untuk membangun industri nasional yang mandiri," kata Hendrik.

Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, IST diharapkan dapat menekan harga produksi dan distribusi migas di Indonesia. Langkah ini akan berdampak positif bagi ketahanan energi nasional karena dapat mengurangi biaya operasional yang tinggi akibat impor dan distribusi pipa seamless.
 
Kehadiran IST juga diharapkan menyerap tenaga kerja dalam negeri dan menjadi sarana transfer teknologi untuk meningkatkan kemampuan industri nasional.

Mendukung hal ini, Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza juga mendorong IST dan sektor industri pipa di Indonesia untuk bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan jaringan gas (jargas).
 
Faisol menilai bahwa pengembangan jaringan gas akan menjadi peluang besar bagi produsen pipa, terutama jenis seamless, untuk mengurangi ketergantungan impor LPG. 
 
“Keberhasilan IST menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk menghasilkan produk lokal berkualitas dan berdaya saing global,” ujarnya dalam acara Indonesia Seamless Tube Summit: The Launching The First Seamless Pipe Plant In Southeast Asia belum lama ini.
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa