Investasi Rp2,5 Triliun, IST Siap Penuhi Kebutuhan Industri Migas

AKURAT.CO Indonesia Seamless Tube (IST) hadir sebagai pabrik pipa baja tanpa sambungan yang siap mendukung kebutuhan industri minyak dan gas (migas) di dalam negeri.
Diproyeksikan, kebutuhan pipa seamless dalam sektor ini mencapai sekitar 500.000 ton per tahun. Kehadiran IST memberikan alternatif lokal bagi penyediaan pipa baja tanpa sambungan yang sebelumnya sebagian besar diimpor, sehingga dapat meningkatkan ketahanan industri nasional terhadap fluktuasi pasokan impor.
CEO Inerco Global International, Hendrik Kawilarang Luntungan, menegaskan bahwa IST sebagai pabrik pipa baja seamless pertama di Indonesia berkomitmen pada industrialisasi dalam negeri.
"Kami menginvestasikan sekitar Rp2,5 triliun untuk mendirikan pabrik ini hingga dapat beroperasi. Ini bukan sekadar investasi, melainkan upaya nyata dalam mendorong industrialisasi nasional,” ungkap Hendrik di Jakarta, Jumat (8/11/2024).
Baca Juga: Mahathir Batalkan 3 Proyek Pipa Migas China di Malaysia
Hendrik menyatakan bahwa pendirian IST terinspirasi dari sosok ekonom Indonesia, Soemitro Djojohadikoesoemo, yang juga ayah dari Presiden Prabowo Subianto. Konsep pembangunan industri nasional yang dicanangkan Soemitro dalam Soemitro Plan menjadi dasar pemikiran dalam membangun pabrik ini.
Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, IST diharapkan dapat menekan harga produksi dan distribusi migas di Indonesia. Langkah ini akan berdampak positif bagi ketahanan energi nasional karena dapat mengurangi biaya operasional yang tinggi akibat impor dan distribusi pipa seamless.
Mendukung hal ini, Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza juga mendorong IST dan sektor industri pipa di Indonesia untuk bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan jaringan gas (jargas).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









