Lanjutkan Proyek Pipa Cisem-Dusem, Wamen ESDM Minta Tambahan Anggaran Rp4,24 Triliun
Camelia Rosa | 12 Februari 2025, 22:34 WIB

AKURAT.CO Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot mengungkapkan pihaknya tengah mengajukan revisi penambahan anggaran kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk proyek gas bumi Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap II dan Dumai-Sei Mangkei (Dusem).
Pasalnya sebagian besar dana proyek itu berasal dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP) penjualan hasil tambang (PHT) mineral dan batubara (minerba) Kementerian ESDM 2024 yang telah disetorkan ke negara.
"Masih terdapat kegiatan dalam proses pengajuan revisi top-up anggaran dari sumber dana PNBP PHT Minerba senilai Rp4,24 triliun," jelas Yuliot dalan Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XII DPR RI, Rabu (12/2/2025).
Baca Juga: Status Pipa Cisem Tahap I 'Ready To Gas In'
Ia merincikan, anggaran untuk masing-masing pipa gas Cisem dan Dusem yaitu Rp1,79 triliun dan Rp2,43 triliun dimana keduanya menggunakan skema anggaran kontrak tahun jamak (multi-years).
Sebagai informasi, proyek transmisi pipa gas bumi Cisem dan Dusem merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam Peraturan Presiden (PP) Nomor 109 Tahun 2020.
Proyek Cisem I telah selesai pada 2024 dan terbangun sepanjang 60 KM yang membentang dari Semarang-Batang. Kemudian proyek lanjutan Cisem II sedang berlangsung sampai tahun 2026 sepanjang 240 KM yang membentang dari Batang-Cirebon-Kandang Haur.
Potensi demand pipa CISEM tahap II ini, antara lain industri di Cirebon, Tegal. Pekalongan, Brebes dan Pemalang dengan volume sekitar 5,8-12 MMSCFD. Selain itu, konsumen komersial seperti hotel dan restoran.
Juga, jaringan gas rumah tangga, kilang minyak Balongan dengan volume 24 MMSCFD dan berpotensi meningkat hingga 42 MMCSFD. Demand lainnya adalah pembangkit tenaga listrik dengan volume 189-199 MMCSFD.
Sementara itu, Pipa Dusem dibangun sepanjang 400 KM yang akan selesai pada tahun 2027. Penyelesaian proyek pipa gas ini merupakan bagian dari upaya antisipasi kelebihan gas bumi, dimana ada potensi gas besar di Laut Andaman.
Sehingga nantinya akan bisa dimanfaatkan untuk industri-industri yang membutuhkan gas bumi dari wilayah kerja (WK) Agung dan Andaman di Aceh untuk dimanfaatkan di Jawa dan Sumatera.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








