DPR Dukung Hilirisasi Batu Bara Menjadi Graphite untuk Industri Strategis

AKURAT.CO Hilirisasi batu bara semakin menunjukkan potensinya sebagai langkah strategis dalam mendukung industri berbasis energi baru dan terbarukan di Indonesia.
Salah satu inovasi terbaru adalah konversi batu bara menjadi synthetic graphite, material esensial dalam produksi baterai kendaraan listrik (EV).
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyatakan dukungan penuh terhadap langkah ini sebagai bagian dari upaya transisi energi dan kemandirian industri nasional.
Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya menegaskan bahwa hilirisasi batu bara sangat krusial, mengingat Indonesia memiliki cadangan yang besar, yakni terbesar nomor 7 di dunia.
Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah untuk semakin proaktif dalam mengembangkan berbagai produk turunan batu bara, termasuk synthetic graphite.
Baca Juga: Penjualan Batu Bara PTBA Tembus 42,9 Juta ton di 2024, Tumbuh 16 Persen
"Kami mendukung berbagai pengembangan teknologi hilirisasi batu bara. Pemerintah saat ini tengah menjajaki produksi DME, dan bahkan PT Bukit Asam (PTBA) juga sedang mengembangkan synthetic graphite," ujar Bambang dalam keterangnnya, Selasa (25/3/2025).
Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa Anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID, yakni PT Bukit Asam Tbk tengah melakukan pengembangan teknologi pengolahan batu bara menjadi artificial graphite, material utama dalam pembuatan baterai EV.
Langkah ini, menurutnya, tidak hanya mendukung transisi energi, tetapi juga menciptakan industri berbasis batu bara yang lebih berkelanjutan dan rendah emisi.
"Synthetic graphite ini sangat penting bagi industri baterai EV. Saat ini, kita juga melihat pengembangan komponen katoda mulai tumbuh di dalam negeri. Artinya, satu per satu elemen utama baterai sudah mulai kita produksi sendiri," katanya.
Ia menegaskan bahwa hilirisasi bukan sekadar wacana, tetapi merupakan strategi nyata untuk membawa Indonesia naik kelas sebagai negara industri maju.
"Ini bukan hanya narasi, tetapi langkah konkret. Komisi VII DPR RI mendukung penuh program pemerintah ini sebagai strategi jangka panjang menuju kemandirian energi dan percepatan industrialisasi nasional," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









