Pengamat: Investasi Hotel Bintang 5 di PIK 2 Jadi Langkah Strategis Diversifikasi Pendapatan

AKURAT.CO Pengamat properti, Aleviery Akbar, menilai, langkah PT PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) untuk berinvestasi dalam pengembangan hotel bintang 5 di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) merupakan keputusan strategis dalam memperluas sumber pendapatan perusahaan.
Menurutnya, arah bisnis properti kini tidak lagi terpaku pada penjualan semata, melainkan juga mengincar pendapatan berulang (recurring income) dari sektor lain seperti pariwisata, kuliner, perkantoran, hingga penyelenggaraan konferensi internasional.
“Pengembangan hotel bintang 5 di PIK 2 merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan penghasilan tetap. Tidak hanya menjual properti, tapi juga masuk ke bisnis wisata dan hospitality,” ujar Aleviery Akbar saat diwawancarai, Minggu (6/4/2025).
Lebih lanjut, Aleviery melihat prospek pertumbuhan sektor properti di PIK 2 dalam beberapa tahun ke depan sangat menjanjikan.
Hal itu tercermin dari laporan keuangan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) yang menunjukkan peningkatan pendapatan dari penjualan properti di kawasan tersebut.
Baca Juga: Bank DKI Lakukan Pemeliharaan Sistem, Upaya Menjaga Keamanan Nasabah
"Ini menandakan PIK 2 punya masa depan cerah. Ditambah lagi dengan keunikan fasilitasnya seperti pantai buatan, kawasan kuliner internasional, serta distrik bisnis yang menjadikannya berbeda dari kawasan lain," ujarnya.
Sebelumnya, CBDK resmi mengakuisisi 99 persen saham PT Citra Kirana Bisnis Distrik (CKBD) dalam transaksi afiliasi senilai Rp99 miliar.
Akuisisi ini dilakukan dengan nilai nominal Rp1 juta per lembar saham dan bertujuan untuk memperkuat ekosistem bisnis MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) di kawasan PIK 2.
CKBD merupakan pengembang hotel bintang 5 dengan 250 kamar yang akan berlokasi di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2.
Saat ini, proyek masih dalam tahap pra-pembangunan dan diperkirakan mulai beroperasi dalam dua tahun setelah konstruksi dimulai.
Melalui langkah ini, CBDK menargetkan PIK 2 sebagai destinasi premium yang mendukung pariwisata, bisnis, kuliner, dan hiburan.
Hotel tersebut diharapkan menjadi akomodasi eksklusif bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke kawasan tersebut.
Baca Juga: Hadapi Kebijakan Trump, TKDN Industri Nasional Harus Ditingkatkan
Selain memperkuat posisi CBDK dalam pengembangan kawasan CBD PIK 2, akuisisi ini juga akan memperluas sumber pendapatan perusahaan, terutama dalam bentuk pendapatan berulang.
Diketahui, transaksi ini melibatkan pihak-pihak dengan hubungan afiliasi, yakni CBDK, PT Amantara Sinar Pesona, dan PT Tunas Mekar Jaya, yang memiliki kesamaan dalam kepemilikan manfaat utama dan manajemen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








