Akurat
Pemprov Sumsel

BP Tangguh Targetkan 85% Tenaga Kerja Lokal Papua di Kilang LNG pada 2029

Camelia Rosa | 10 Juni 2025, 18:35 WIB
BP Tangguh Targetkan 85% Tenaga Kerja Lokal Papua di Kilang LNG pada 2029

AKURAT.CO BP Tangguh membeberkan sederet strategi untuk mencapai target mempekerjakan 85% dari total 1.000 tenaga kerja lokal Papua pada 2029 di Kilang LNG Tangguh yang berlokasi di Teluk Bintuni, Papua Barat Daya.

Head of Country BP Indonesia, Hardi Hanafiah mengungkapkan pada awalnya belum ada fasilitas pelatihan untuk menyaring tenaga kerja.

Oleh karenanya, saat itu, BP memiliki program apprenticeship atau magang yang berjalan selama tiga tahun dengan durasi magang masing-masing tiga tahun setiap angkatan.

“Oleh karena itu, BP menggagas program apprenticeship atau magang yang telah berjalan selama tiga angkatan, masing-masing berdurasi tiga tahun. Recruitment paling penting ya jadi kan di awal-awal itu memang kita melihat tidak ada fasilitas (sumber daya manusia) makanya BP punya program apprenticeship. Tiga angkatan, masing-masing angkatan tiga tahun," jelas Hardi ketika ditemui di kawasan Train 3 LNG Tangguh, Papua, Selasa (10/6/2025).

Baca Juga: Komitmen BP Tangguh Ciptakan Pekerja Lokal Siap Pakai

Hardi menuturkan, Program Technician Apprentice di Tangguh LNG yang telah berjalan sejak 2016 hingga 2018 itu selalu diikuti oleh ribuan orang setiap batchnya. Namun setiap batchnya hanya 40 orang akhirnya lolos dan dapat bekerja di Kilang LNG Tangguh.

Diungkapkannya, setelah tiga angkatan berhasil dijalankan oleh BP, kini pemerintah daerah (pemda) juga mulai mengembangkan program serupa.

"Jadi pada saat itu ketika belum ada infrastrukturnya, belum ada sistemnya, kita yang bangun. Tapi setelah kita laksanakan tiga angkatan, masing-masing tiga tahun, sekarang Pemda juga sudah punya program miip ya waktu itu yang ada kan, Pemda juga sudah punya . Jadi kelihatannya yang kita mulai, yang kita rintis sudah mulai diikuti, baik di Pemda di sini maupun di lokasi lain di Indonesia," tuturnya.

Hardi berharap, ke depan akan lahir program-program pelatihan serupa mengingat banyak proyek-proyek lain di sekitar Papua dan makin banyak orang yang tertarik untuk terjun ke industri minyak dan gas (migas) ini.

"Sehingga pada saatnya nanti menambah jumlah pekerja itu, bukan kita yang mencari dari SMP, kita yang mendidik, kita yang merekrut. Tapi kita sudah, kita jadi pihak yang menjadi penikmat dari program yang dilahirkan oleh tetangga-tetangga kita," imbuhnya.

Lebih lanjut Hardi mengakui bahwa proses otomatisasi yang terus berkembang juga berdampak terhadap penurunan kebutuhan tenaga kerja. Oleh sebab itu, BP berfokus untuk menyiapkan tenaga kerja yang adaptif terhadap perubahan tersebut.

Baca Juga: Proyek BP Tangguh LNG Train 3 Bakal Rampung Akhir 2020

"Makin hari kan otomatisasi itu kan membuat jumlah pekerjaan menjadi sedikit, jadi itu yang harus kita lihat juga. Jadi bukan sekedar memastikan volumenya tinggi, tetapi kita ikut jaman, ikut siklus operasi, proyek menjadi operasi, fengan ternyata kita manfaatkan teknologi," urainya.

Kendati demikian, Hardi meyakini bahwa tenaga kerja yang telah dilatih oleh perusahaan sejak SMP itu akan mampu mengelola Kilang LNG Tangguh pada 2029 mendatang, baik dengan tenaga kerja manusia maupun teknologi otomatisasi.

"Jadi ya, continued education, continued recruitment and looking at around people around us, membuat industri ini menarik, membuat Tangguh ini menarik. Jadi orang kesini karena ada banyak energy center di Indonesia. Mudah-mudahan kita menjadi a company of choice, orang memilih untuk Tangguh," pungkas Hardi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.