Akurat
Pemprov Sumsel

Perundingan IEU-CEPA Masuk Tahap Akhir, Menko Airlangga: Indonesia Mitra Strategis Eropa

Hefriday | 13 Juli 2025, 20:15 WIB
Perundingan IEU-CEPA Masuk Tahap Akhir, Menko Airlangga: Indonesia Mitra Strategis Eropa

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia memastikan bahwa proses perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) kini telah memasuki tahap akhir. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebutkan seluruh isu utama yang semula menjadi tantangan dalam kesepakatan ini kini telah berhasil diselesaikan.
 
“Sudah tidak ada kendala lagi, jadi sudah selesai. Sebelumnya memang banyak hal, tapi situasi geopolitik global kini berubah dan Indonesia menjadi mitra strategis untuk Eropa,” ujar Airlangga seperti dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (13/7/2025).
 
Perundingan IEU-CEPA sendiri telah berlangsung sejak 2016, melalui 19 kali putaran negosiasi. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, intensitas pembahasan meningkat signifikan, terutama setelah pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa.
 
 
Airlangga mengungkapkan bahwa penandatanganan dokumen lanjutan dari perjanjian dagang tersebut direncanakan berlangsung pada kuartal III-2025 di Jakarta. 
 
Meski belum membeberkan secara rinci poin-poin dalam kesepakatan, Airlangga menyebut Presiden Prabowo akan memberikan keterangan resmi setelah agenda pertemuan dengan pejabat tinggi Uni Eropa tersebut selesai.
 
“Ini merupakan milestone baru di tengah situasi ketidakpastian global. Dengan IEU-CEPA, produk kita bisa masuk ke pasar Eropa dengan tarif 0 persen,” tegasnya.
 
Menurut catatan Kementerian Perekonomian, Uni Eropa pada 2024 menyumbang sekitar 6,5% dari total ekspor Indonesia, setara dengan USD17,35 miliar dari keseluruhan ekspor senilai USD264,70 miliar.
 
Meski sempat mengalami fluktuasi, tren ekspor ke kawasan ini masih menunjukkan potensi besar, terutama jika IEU-CEPA resmi diberlakukan.
 
Pemerintah memperkirakan bahwa dalam tiga tahun mendatang, ekspor Indonesia ke Uni Eropa bisa melonjak hingga 57,76%, berkat pembebasan tarif dan perluasan akses pasar yang diatur dalam perjanjian tersebut.
 
Selain itu, neraca perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa juga menunjukkan perbaikan signifikan. Pada 2024, surplus perdagangan Indonesia terhadap Uni Eropa tercatat sebesar USD4,5 miliar, naik 80% dibanding tahun sebelumnya yang sebesar USD2,5 miliar.
 
Sejumlah komoditas utama yang mendominasi ekspor Indonesia ke Uni Eropa meliputi Minyak kelapa sawit dan turunannya, Bijih tembaga, Asam lemak (fatty acids/oleokimia),  Alas kaki, Bungkil kelapa, Besi baja, Lemak coklat dan kopra, Produk berbasis karet dan mesin. 
 
Dengan IEU-CEPA, pemerintah berharap ekspor tidak hanya meningkat dari sisi volume, tetapi juga dari sisi diversifikasi produk dan pasar tujuan, membuka peluang baru bagi pelaku industri dalam negeri untuk menembus rantai pasok global.
 
Airlangga menambahkan, perjanjian IEU-CEPA menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menyikapi dinamika ekonomi global, termasuk dampak kebijakan perdagangan dari negara-negara besar seperti Amerika Serikat. Diketahui, AS saat ini menyumbang sekitar 17% dari pangsa ekspor Indonesia. 
 
Namun, di tengah potensi hambatan tarif dari AS, pemerintah menargetkan untuk mengoptimalkan 83% pasar lainnya melalui kerja sama perdagangan internasional yang lebih agresif.
 
“Kesepakatan ini sangat krusial, apalagi di tengah tekanan tarif tinggi dari pemerintahan sebelumnya di AS. Kita harus memperluas pasar, dan Eropa adalah salah satu tujuan strategis kita,” tutur Airlangga.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa