Kadin Gandeng TUV Rheinland Upscaling PMI Lewat Pelatihan dan Sertifikasi
Hefriday | 25 Juli 2025, 19:06 WIB

AKURAT.CO Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia resmi menjalin kerja sama strategis dengan lembaga sertifikasi global TUV Rheinland.
Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing Pekerja Migran Indonesia (PMI) di pasar kerja internasional, serta mendongkrak jumlah pekerja profesional dari target awal 425 ribu orang per tahun menjadi 800 ribu orang.
Wakil Ketua Umum Bidang Perlindungan Pekerja Migran Kadin Indonesia, Nofel Saleh Hilabi, menyatakan bahwa kerja sama ini akan memperluas akses pelatihan bersertifikat bagi calon PMI di seluruh Indonesia.
Menurutnya, TUV Rheinland memiliki pengalaman dan kapasitas untuk melatih calon tenaga kerja di seluruh provinsi, sehingga target peningkatan jumlah PMI dapat tercapai.
“Kadin ingin mendorong peningkatan jumlah pekerja migran profesional menjadi 800 ribu per tahun. TUV Rheinland Indonesia dengan kepiawaiannya siap membantu, bahkan menyediakan pelatihan di dalam negeri,” ujar Nofel dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (25/7/2025).
TUV Rheinland dikenal sebagai lembaga sertifikasi terkemuka yang telah diakui secara global, termasuk di Eropa, Timur Tengah, dan kawasan Asia Pasifik. Dengan keterlibatan lembaga ini, para calon PMI akan mendapatkan pelatihan keterampilan dan bahasa dengan sertifikasi yang diakui di 56 negara.
Pelatihan bagi para calon pekerja migran akan dilaksanakan di dalam negeri, sehingga mereka tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk pelatihan di luar negeri. Hal ini juga mempermudah pengawasan serta efisiensi dalam proses penyiapan tenaga kerja.
Nofel juga menekankan bahwa melalui skema kerja sama ini, para PMI akan diberangkatkan dengan status pekerja profesional, bukan lagi peserta magang. Perubahan status ini memungkinkan mereka memperoleh upah yang sesuai standar negara tujuan, serta hak-hak pekerja yang lebih jelas.
“Kalau dulu mereka berangkat sebagai peserta magang dengan gaji minim dan waktu terbatas, kini mereka langsung diberangkatkan sebagai pekerja profesional setelah menjalani pelatihan dan sertifikasi di Indonesia,” jelasnya.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Quick Wins Kadin, yakni program Pekerja Migran Indonesia Gotong Royong, yang sejalan dengan arahan Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam meningkatkan penempatan pekerja profesional asal Indonesia di luar negeri.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Vokasi dan Sertifikasi Kadin Indonesia, Adi Mahfudz Wuhadji, menyoroti pentingnya sertifikasi sebagai bentuk perlindungan terhadap PMI.
Menurutnya, pembekalan sebelum keberangkatan harus mencakup pelatihan teknis, sertifikasi kompetensi profesi, dan pengakuan dari lembaga resmi di Indonesia.
“Sebaik-baiknya bentuk perlindungan adalah membekali mereka sebelum berangkat. Yang paling utama adalah pelatihan teknis bersertifikasi dan sertifikasi profesi dari BNSP,” kata Adi.
Managing Director TUV Rheinland Indonesia, Nyoman Susila, menyatakan kesiapan lembaganya dalam mendukung program ini. Ia menyebut bahwa layanan mereka di bidang pasar tenaga kerja sangat sejalan dengan kebutuhan program penempatan PMI yang dijalankan Kadin.
“Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pekerja migran Indonesia. Kadin sebagai mitra pemerintah, dan kami memiliki layanan yang tepat untuk mendukung program ini,” ujar Nyoman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









