CORE: Kilang Swasta Bisa Kurangi Impor BBM Indonesia

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan perusahaan swasta pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sedang mengkaji untuk membangun fasilitas kilang minyak di Indonesia.
Melihat hal ini, Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, menilai langkah pemerintah menarik investasi swasta dalam pembangunan kilang perlu terus didorong.
Menurutnya, kekurangan kilang di dalam negeri membuat Indonesia sangat bergantung pada impor BBM yang sudah diolah.
Baca Juga: Kementerian ESDM Teken MoU dengan 15 Daerah Percepat Pembangunan Jargas Rumah Tangga 2025–2026
“Sehingga, dorongan kebijakan untuk menarik invetasi di kilang itu harus terus dilakukan ke perusahaan swasta yang mengelola SPBU,” kata Faisal kepada Akurat.co, Senin (22/9/2025).
Faisal menjelaskan, pemerintah perlu menyiapkan skema insentif agar swasta tertarik membangun kilang.
Bentuk insentif tersebut bisa berupa kemudahan regulasi maupun dukungan fiskal yang memberi keuntungan bersama.
Sehingga, pembangunan kilang yang lebih masif akan membantu pemerintah mengejar target meminimalkan impor BBM sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
“Di sisi Pemerintah target untuk pembangunan kilang dan meminimalkan impor BBM bisa tercapai,” ujar Faisal.
Namun, pandangan berbeda disampaikan praktisi migas, Hadi Ismoyo. Dirinya mengingatkan bahwa pembangunan kilang bukan tanpa tantangan.
Baca Juga: ESDM Desak Pertamina Tingkatkan Layanan untuk Rebut Kepercayaan Publik
Pertama, Indonesia sendiri masih menjadi net importer crude, sehingga pembangunan kilang tetap membutuhkan pasokan impor minyak mentah.
Selain itu, menurut Hadi, komitmen global menuju energi terbarukan dan transisi energi domestik berbasis gas perlu menjadi pertimbangan.
“Dalam jangka pendek hingga menengah, pembangunan kilang masih dimungkinkan. Namun untuk jangka panjang, pemerintah sebaiknya lebih mendorong program konversi BBM ke gas maupun motor listrik,” ujarnya.
Hadi juga menyoroti besarnya investasi yang dibutuhkan. Dirinya menyebut untuk embangun kilang itu butuh dana sangat besar.
“Apakah SPBU swasta siap menanggung investasi sebesar itu? Ceruk pasar mereka masih kecil. Lebih efektif import langsung dari luar negeri yang terafiliasi atau ada perjanjian khusus,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








