Pemerintah Siapkan Relaksasi Aturan untuk Koperasi Desa dan Masjid

AKURAT.CO Pemerintah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat koperasi desa dan koperasi berbasis masjid sebagai bagian dari kebijakan nasional penguatan ekonomi kerakyatan.
Langkah ini termasuk relaksasi sejumlah regulasi yang selama ini dinilai menghambat pertumbuhan koperasi di tingkat akar rumput.
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono mengatakan, pemerintah ingin mengembalikan arah ekonomi Indonesia ke semangat gotong royong dan kemandirian.
“Kami tengah menyiapkan berbagai kebijakan yang memudahkan pendirian dan pengelolaan koperasi desa maupun koperasi masjid,” ujar Ferry dalam Rapat Kerja Nasional II Majelis Tabligh PP Muhammadiyah di Kota Batu, Jawa Timur.
Baca Juga: Menkop Ferry: Skema Rp3 Miliar per Kopdes Jadi Motor Ekonomi Baru di Desa
Ia menjelaskan, koperasi desa dan masjid memiliki potensi besar dalam memperkuat ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha mikro. Dengan manajemen yang transparan dan sesuai prinsip syariah, koperasi dapat menjadi sarana pemerataan kesejahteraan.
“Koperasi masjid bisa menjadi jembatan keuangan bagi jamaah kecil yang kesulitan akses modal. Sementara koperasi desa dapat memperkuat rantai pasok dan menggerakkan UMKM di daerah,” katanya.
Pemerintah juga mengaitkan inisiatif ini dengan program prioritas nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program ini dirancang untuk menumbuhkan koperasi yang inklusif, berkeadilan, dan memberdayakan masyarakat desa.
“Kami ingin koperasi menjadi solusi konkret terhadap kesenjangan ekonomi dan menjadi alat penggerak kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” tutur Ferry.
Baca Juga: Menkop Percepat Pembangunan 5.000 Kopdes Merah Putih, Target Maret 2026 Rampung
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan dukungan regulasi yang adaptif dan semangat kolektif, koperasi diharapkan tumbuh sebagai tulang punggung ekonomi bangsa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








