RI–AS Sepakat Soal Mineral Kritis, Bahlil: Tak Buka Keran Ekspor Bahan Mentah ke AS

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan Indonesia tidak membuka keran ekspor bahan mineral kritis dalam bentuk mentah ke Amerika Serikat.
Adapun, penegasan ini menyusul ditekennya perjanjian tarif timbal balik atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang didalamnya membahas masalah mineral kritis.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa tidak ada kesepakatan terkait mengekspor barang mentah ke AS. Bahlil menekankan, ketentuan dalam ART tetap sejalan dengan strategi industrialisasi berbasis nilai tambah yang konsisten dijalankan pemerintah.
"Yang dimaksudkan di sini adalah, mereka setelah melakukan pemurnian, kemudian hasilnya bisa diekspor. Biar clear nih, biar tidak ada salah interpretasi," kata Bahlil dalam konferensi pers di AS dikutip, Sabtu (21/2/2026).
Di sisi lain, Bahlil menyatakan, kerja sama tersebut dinilai membuka peluang lebih besar bagi masuknya investasi strategis asal Amerika Serikat, baik di sektor hulu maupun pengolahan (midstream).
Pemerintah memberi sinyal kuat akan memfasilitasi pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) di dalam negeri guna memperkuat ekosistem hilirisasi mineral.
“Jadi katakanlah mereka mau bangun smelter di Indonesia untuk nikel, kita akan dorong, kita akan kasih ruang yang sebesar-besarnya, sama juga dengan negara lain,” ucap Bahlil.
Perlu diketahui, dalam dokumen perjanjian perdagangan timbal balik antara Indonesia dan AS m, Indonesia menyatakan akan menghapus pembatasan ekspor komoditas industri ke AS, termasuk mineral kritis.
Kedua pihak juga sepakat mengintensifkan kolaborasi untuk mempercepat penyediaan pasokan mineral kritis yang aman.
Indonesia akan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan AS dalam kegiatan penambangan, pengolahan, hingga produksi hilir berdasarkan pertimbangan komersial. Secara khusus, pengembangan sektor unsur tanah jarang menjadi salah satu fokus utama.
Pemerintah membuka peluang kemitraan percepatan pengembangan rare earth dan mineral kritis lainnya bersama perusahaan AS, guna memastikan terciptanya rantai pasokan yang aman, terdiversifikasi, dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








