Usai Bauksit, Pemerintah Siap Hentikan Ekspor Timah Mentah

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka peluang pelarangan ekspor timah mentah sebagai bagian dari strategi hilirisasi nasional.
Bahlil menyampaikan, setelah ekspor bauksit dilarang pada tahun lalu, pemerintah kini mengkaji kebijakan serupa untuk sejumlah komoditas lain, termasuk timah.
“Tahun lalu kita melarang export bauksit, dan tahun ke depan kita akan mengkaji untuk beberapa komoditas lain termasuk Timah, nggak boleh lagi kita export barang mentah,” kata Bahlil dalam agenda Indonesia Economic Outlook 2026 dikutip, Sabtu (14/1/2026).
Baca Juga: Badan Industri Mineral (BIM) Siapkan Pilot Project Hilirisasi Mineral Tanah Jarang di Mamuju
Menurutnya, kebijakan ini merupakan langkah strategis agar Indonesia tidak lagi hanya menjadi pemasok bahan mentah bagi negara lain. Bahlil menyinggung sejarah panjang kolonialisme sebagai pelajaran agar Indonesia tidak mengulangi kesalahan masa lalu.
“Sudah cukup negara kita ini dijajah oleh Belanda 3,5 abad, itu hanya untuk mengambil rempah-rempah dan bahan baku kita. Jangan kita sudah merdeka masih pula kita kirim barang mentah,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Hilirisasi yang dipimpin Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani telah menyepakati 18 komoditas prioritas untuk didorong proses hilirisasinya.
“Dan kami akan membuat lagi beberapa komoditas lain untuk kita dorong. Semua produknya adalah untuk melahirkan substitusi impor,” tutur Bahlil.
Adapun, kebijakan hilirisasi mineral nasional kian menunjukkan dampak nyata terhadap penciptaan lapangan kerja baru. Pengembangan proyek pengolahan dan pemurnian bauksit di dalam negeri tidak hanya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, tetapi juga memperluas serapan tenaga kerja, khususnya tenaga kerja formal dan terampil.
Dampak positif hilirisasi terhadap penyerapan tenaga kerja tersebut mendapat apresiasi dari Anggota Komisi XII DPR RI, Eddy Soeparno. Dirinya menilai hilirisasi sumber daya alam mineral merupakan instrumen strategis untuk mendorong penciptaan lapangan kerja berkualitas.
“Kami menyambut positif kebijakan hilirisasi karena dampaknya sangat konkret terhadap penciptaan lapangan kerja, terutama tenaga kerja formal yang terampil dan memiliki nilai tambah tinggi,” ujar Eddy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







