Jalankan PSO Akses Transportasi Publik, KAI Layani 452,6 Juta Pelanggan Sepanjang 2025

AKURAT.CO KAI Group diketahui menjalankan penugasan Public Service Obligation (PSO sebagai bagian dari kebijakan Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan untuk memastikan akses transportasi publik yang terjangkau dan merata bagi masyarakat.
Pada layanan Kereta Api Jarak Jauh PSO, sepanjang 2025, layanan ini melayani 11.418.824 pelanggan, meningkat dibandingkan 11.133.268 pelanggan pada 2024. KA Jarak Jauh PSO mendukung perjalanan masyarakat untuk kepentingan kerja, pendidikan, sosial, serta mobilitas rutin antardaerah.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menyampaikan bahwa pelaksanaan PSO merupakan wujud sinergi berkelanjutan antara Pemerintah dan operator perkeretaapian.
“Penugasan PSO memastikan layanan kereta api tetap dapat diakses masyarakat di berbagai wilayah. Tingginya jumlah pelanggan mencerminkan kepercayaan publik terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang andal dalam mendukung mobilitas harian, regional, hingga perkotaan,” kata Anne dalam keterangannya, Senin (9/2/2026).
Baca Juga: Mobilitas Urban Meningkat, Penumpang Angkutan Perkotaan KAI Naik di 2025
Sementara itu, Kereta Api Lokal PSO menjadi bagian penting dalam menjaga mobilitas regional dan intraprovinsi. Sepanjang 2025, layanan ini melayani 6.225.944 pelanggan, meningkat dari 5.375.104 pelanggan pada 2024.
Peningkatan tersebut mencerminkan peran KA Lokal PSO sebagai penghubung kawasan permukiman, sentra produksi, dan simpul aktivitas ekonomi daerah.
Di wilayah perkotaan, penugasan PSO juga mencakup layanan komuter yang menopang mobilitas harian masyarakat. Sepanjang 2025, layanan PSO yang dikelola KAI Commuter melayani 400.737.915 pelanggan melalui Commuter Line Jabodetabek, Area I Jakarta, Area II Bandung, Area VI Yogyakarta (KRL dan Prameks), Area VIII Surabaya, serta Commuter Line Basoetta.
Layanan ini menjadi tulang punggung pergerakan masyarakat perkotaan dan mendukung kelancaran aktivitas ekonomi.
Dukungan PSO dari Pemerintah juga hadir pada layanan LRT Jabodebek. Sepanjang 2025, moda transportasi massal ini melayani 28.816.787 pelanggan, memperkuat konektivitas kawasan Jabodetabek melalui sistem transportasi berbasis rel yang terintegrasi dengan moda transportasi lainnya.
Pada sektor konektivitas bandara, Kereta Api Bandara PSO yang dikelola KAI Bandara melayani 5.456.033 pelanggan sepanjang 2025, meningkat dibandingkan 4.668.091 pelanggan pada 2024.
Layanan ini mencakup KA Bandara Srilelawangsa di Medan serta KA Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), yang mendukung keterhubungan bandara dengan pusat aktivitas kota dan wilayah sekitarnya.
Secara keseluruhan, layanan kereta api PSO yang ditetapkan Pemerintah melalui DJKA Kementerian Perhubungan melayani 452.655.503 pelanggan sepanjang 2025. “Capaian ini mencerminkan peran PSO sebagai kebijakan publik strategis dalam menjaga mobilitas masyarakat sekaligus memperluas pemerataan akses transportasi nasional,” tutur Anne.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








