Amran: Impor Beras AS 1.000 Ton Tak Ganggu Swasembada

AKURAT.CO Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan, rencana impor 1.000 ton beras dari Amerika Serikat tidak bertentangan dengan klaim swasembada nasional.
Impor tersebut disebut hanya untuk beras khusus jenis basmati yang menyasar kebutuhan turis dan investor asing, bukan konsumsi masyarakat umum.
"Itu baru akan (diimpor). Itu pun kalau jadi diimpor itu adalah beras khusus karena (beras jenis) basmati sesuai dengan turis-turis yang datang, investor (yang) datang," kata Amran saat kegiatan pelepasan ekspor unggas di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Baca Juga: Mentan Amran Perkuat BRMP, Papua Jadi Prioritas Kemandirian Pangan
Amran menjelaskan, beras yang direncanakan masuk merupakan beras premium segmen khusus yang biasa digunakan hotel dan restoran internasional.
"Karena taste-nya ini untuk turis kita yang datang," ujarnya sekaligus menegaskan beras tersebut tidak menyasar pasar konsumsi rumah tangga dalam negeri.
Secara data, volume impor 1.000 ton itu dinilai sangat kecil jika dibandingkan dengan cadangan nasional.
Mentan menyebut stok beras yang dikelola Perum Bulog saat ini mendekati 4 juta ton. Dengan komposisi tersebut, impor hanya sekitar 0,025% dari total cadangan pemerintah.
"Bahkan stok kita hampir empat juta ton. Kita harus rasional. Jangan pakai rasa," kata Amran.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan ekspor beras premium sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji Indonesia di Tanah Suci. Volume ekspor tersebut lebih besar dibandingkan rencana impor.
"Beras itu untuk konsumsi jamaah haji kita. Jadi yang kita ekspor lebih besar daripada yang kita impor," ujar Amran.
Ekspor tersebut akan dilakukan oleh Perum Bulog dan mencerminkan kepercayaan diri pemerintah terhadap produksi domestik. Amran mencontohkan preferensi cita rasa beras Indonesia yang dinilai lebih sesuai bagi masyarakat Tanah Air.
Baca Juga: Mentan Amran: Pasokan Pangan Membaik, Harga Cabai dan Ayam Mulai Landai
"Sama kita ke mana berangkat (haji), senangnya beras yang pulen, yang beras inpari, Cianjur," katanya.
Secara historis, kebijakan impor beras kerap menjadi isu sensitif dalam debat ketahanan pangan. Pemerintah dalam beberapa tahun terakhir mengklaim peningkatan produksi melalui program perluasan areal tanam dan perbaikan irigasi.
Data Kementerian Pertanian sebelumnya menunjukkan produksi beras nasional berada di atas kebutuhan konsumsi tahunan sekitar 30 juta ton setara beras.
Impor 1.000 ton ini sendiri tercantum dalam dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat. Dalam kesepakatan tersebut, Indonesia berkomitmen mengimpor komoditas pertanian senilai USD4,5 miliar, termasuk beras sebanyak 1.000 ton per tahun dalam berbagai bentuk seperti gabah, beras lepas kulit, beras putih, hingga beras pecah (menir).
Dengan stok mendekati 4 juta ton, pasokan domestik dinilai aman dalam jangka pendek. Volume impor yang terbatas juga diperkirakan tidak memengaruhi harga beras medium di pasar tradisional karena menyasar segmen premium tertentu.
Bagi pelaku industri perhotelan dan restoran internasional, kebijakan ini memberi kepastian pasokan beras basmati yang selama ini sebagian masih bergantung pada impor. Sementara bagi petani domestik, pemerintah menekankan tidak ada gangguan terhadap penyerapan beras lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









