Akurat
Pemprov Sumsel

Bahlil Cari Solusi Untuk Dua Kapal Pertamina Yang Terjebak di Selat Hormuz

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 5 Maret 2026, 21:37 WIB
Bahlil Cari Solusi Untuk Dua Kapal Pertamina Yang Terjebak di Selat Hormuz
Menteri ESDM, Bahlil caro solusi untuk dua kapal pertamina terjebak di Selat Hormuz

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara terkait kelanjutan evakuasi dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang berada di kawasan Selat Hormuz.

Adapun, situasi di Selat Hormuz sedang memanas akibat dari konflik yang terjadi antara Amerika Serikat dengan Iran.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan, saat ini kapal yang membawa kargo tersebut tengah diarahkan untuk bersandar di lokasi yang lebih aman sembari pemerintah melakukan komunikasi dan negosiasi guna mencari solusi terbaik.

Baca Juga: Dua Kapal Masih di Selat Hormuz, Pertamina Terus Pantau Awak Kapal

“Yang pertama bahwa ada dua kargo yang terjebak di Selat Hormuz punya Pertamina. Sekarang kapal itu lagi sandar untuk mencari tempat yang lebih aman, sambil kita melakukan negosiasi dan komunikasi yang lebih baik agar kita cari solusinya,” kata Bahlil dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).

Bahlil menambahkan, kondisi tersebut tidak akan mengganggu ketersediaan energi dalam negeri. Ia juga meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario untuk menjaga ketersediaan energi nasional di tengah situasi geopolitik global yang tengah memanas.

“Saya meyakinkan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa kita tahu geopolitik tidak dalam kondisi yang baik-baik saja, tapi untuk kesiapan pemerintah dalam mendesain dan mempersiapkan semua alternatif untuk ketersediaan BBM dan LPG, insyaallah aman,” ujarnya.

Meski demikian, Ketua Umum Partai Golkar ini mengakui dinamika geopolitik global berpotensi mendorong kenaikan harga energi dunia yang pada akhirnya dapat berdampak pada besaran subsidi energi pemerintah.

“Yang tidak bisa kita hindari adalah jika terjadi kenaikan harga, dan itu berdampak pada subsidi. Sekarang kita sedang menghitung secara baik dan hati-hati,” tutur Bahlil.

Diberitakan sebelumnya, PT Pertamina International Shipping (PIS) terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan keselamatan para pekerja dan kru kapal yang saat ini berada di kawasan Timur Tengah, dan terdampak akibat eskalasi konflik yang tengah terjadi di area tersebut.

Adapun, PIS memiliki kantor cabang di Dubai, yakni PIS Middle East (PIS ME) yang saat ini terdapat 30 orang pekerja dan keluarganya.

Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita mengatakan, kondisi para pekerja dan keluarga PIS Middle East saat ini dipastikan dalam kondisi aman, dan perusahaan terus memantau situasi di Dubai.

“Para pekerja kami juga mengikuti imbauan Kedutaan Besar Indonesia di sana untuk terus meningkatkan kewaspadaan, lapor diri, dan menghubungi hotline KBRI maupun KJRI jika terjadi situasi kedaruratan," kata Vega saa dihubungi Akurat, Senin (2/3/2026).

Terkait posisi armada di kawasan tersebut, PIS melaporkan bahwa terdapat empat kapal yang sedang berada di area Timur Tengah, yakni kapal Gamsunoro yang sedang proses loading di Khor al Zubair - Irak, kapal Pertamina Pride yang telah selesai melakukan proses loading dan sekarang sedang berlabuh di Ras Tanura - Arab Saudi.

Kemudian, kapal PIS Rinjani yang saat ini sedang berlabuh di Khor Fakka - UAE dan kapal PIS Paragon yang sedang discharge berada di Oman.

PIS terus memastikan untuk memantau kondisi keamanan 4 kapal tersebut. PIS secara proaktif berkoordinasi dengan pihak pengelola kapal (Ship Management) serta otoritas maritim setempat untuk meningkatkan kewaspadaan.

“PIS juga terus menjalin komunikasi intensif dan mematuhi himbauan dan arahan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri, KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai,” ujar Vega.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.