Akurat
Pemprov Sumsel

Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam, Menkeu: Harga BBM Subsidi Tidak Naik

Andi Syafriadi | 10 Maret 2026, 08:30 WIB
Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam, Menkeu: Harga BBM Subsidi Tidak Naik
ilustrasi Bahan bakar minyak (BBM)

AKURAT.CO Pemerintah memastikan belum akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi meskipun harga minyak dunia melonjak di tengah eskalasi konflik geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan hingga saat ini pemerintah belum memiliki rencana mengubah kebijakan subsidi BBM.

“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Meroket, Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik

Menurutnya, rata-rata harga minyak dunia saat ini masih berada dalam batas kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menyerap dampak kenaikan harga energi.

Data pasar global menunjukkan harga minyak mentah jenis Brent sempat menyentuh USD118 per barel, level tertinggi sejak 17 Juni 2022.

Sebagai perbandingan, pada Januari 2026 harga Brent rata-rata berada di sekitar USD64 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) sekitar USD57,87 per barel.

Usut punya usut, lonjakan harga minyak global kerap menjadi faktor utama dalam penentuan kebijakan energi di Indonesia.

Dalam beberapa periode sebelumnya, kenaikan harga minyak mendorong pemerintah menyesuaikan harga BBM subsidi guna menjaga stabilitas fiskal.

Namun pemerintah saat ini menilai kondisi APBN masih mampu menahan tekanan tersebut.

Baca Juga: Negara Tetangga Mulai Hemat BBM Imbas Perang AS-Iran, Bahlil: Kita Lagi Exercise

Keputusan untuk mempertahankan harga BBM bersubsidi penting bagi masyarakat karena berdampak langsung terhadap inflasi, biaya transportasi, serta harga barang kebutuhan pokok.

BBM subsidi seperti Pertalite memiliki pengaruh besar terhadap biaya logistik dan aktivitas ekonomi, terutama menjelang periode konsumsi tinggi seperti Ramadan dan Idul Fitri.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.