InJourney Airports Prediksi Puncak Mudik Lebaran 15 Maret, Soetta dan Bali Jadi Bandara Tersibuk

AKURAT.CO PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memperkirakan lonjakan trafik penumpang dan pergerakan pesawat selama periode angkutan Lebaran 2026.
Wakil Direktur Utama InJourney Airports, Achmad Syahir mengatakan, posko angkutan Lebaran akan mulai beroperasi pada 13 hingga 30 Maret 2026.
Pada hari pertama operasional posko, jumlah penumpang diproyeksikan mencapai sekitar 498 ribu orang dengan pergerakan pesawat sekitar 3.357 penerbangan.
“Terkait dengan periode untuk lebaran, kita mulai posko tanggal 13 sampai dengan tanggal 30. Nah di tanggal 13 itu estimasi perumpang kurang lebih 498.000, dengan pergerakan pesawat sekitar 3.357 flight,” kata Syahir di Bandara Soekarno Hatta dikutip, Kamis (12/3/2026).
Baca Juga: Perang AS-Iran, InJourney Sebut 9 Rute Penerbangan ke Timur Tengah Terganggu
Syahir menyampaikan, perseroan memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada 15 Maret 2026, sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 28 Maret 2026.
Perkiraan tersebut juga mempertimbangkan kebijakan pemerintah terkait penerapan skema work from anywhere (WFA) yang diperkirakan memengaruhi pola perjalanan masyarakat.
Soetta dan I Gusti Ngurah Rai Bandara Tersibuk
Syahir menambahkan, terdapat dua bandara dengan trafik terbesar selama Lebaran 2026, yaitu Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta(CGK) di Tangerang dan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai (DPS) di Bali.
Di Bandara Soekarno-Hatta, jumlah penumpang diproyeksikan mencapai sekitar 179 ribu orang pada 14 Maret 2026. Sementara pada puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada 28 Maret, jumlah penumpang diprediksi meningkat hingga sekitar 198 ribu orang.
Baca Juga: InJourney Airports Gelar Safari Ramadan, Santuni 300 Anak Yatim di Soetta
“Sementara kalau untuk di Bali, di Bali hari Sabtu tanggal 14 itu sekitar 67.000. Dan nanti di tanggal 28 sekitar 73.000, arus baliknya,” ujar Syahir.
37 Bandara Beroperasi 24 Jam
Untuk memastikan kelancaran operasional selama periode Lebaran, InJourney Airports menyiapkan berbagai langkah kesiapan operasional di seluruh jaringan bandara yang dikelola perusahaan.
Saat ini perusahaan mengelola total 37 bandara dengan jam operasional yang berbeda-beda. Namun khusus pada periode angkutan Lebaran, perusahaan memastikan fleksibilitas operasional apabila terjadi lonjakan trafik penerbangan di luar jam operasional normal.
“Untuk periode angkutan Lebaran, jika ada kebutuhan di luar jam operasional, InJourney Airports berkomitmen untuk tetap membuka layanan bandara,” tutur Syahir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









