Bidik Swasembada Gula, Kementan Siapkan 5.9 Miliar Benih Tebu di 2026

AKURAT.CO Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan 5,9 miliar mata benih tebu pada 2026 sebagai bagian dari strategi mempercepat swasembada gula nasional.
Program ini diarahkan untuk memperluas areal tebu rakyat sekaligus meningkatkan produktivitas perkebunan tebu di berbagai daerah.
Dengan dukungan benih unggul serta penguatan sistem produksi dari hulu hingga hilir, pemerintah menargetkan produksi gula nasional dapat meningkat hingga 3 juta ton pada 2026.
Baca Juga: Pemerintah Bidik Pembukaan 70.000 Hektare Lahan Tebu di Jatim
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia, khususnya pada komoditas gula yang selama ini masih bergantung pada impor.
Melalui perluasan lahan tebu dan peningkatan produktivitas petani, pemerintah berharap industri gula domestik mampu memenuhi kebutuhan nasional secara lebih mandiri dan berkelanjutan.
Pemerintah Salurkan 5,9 Miliar Mata Benih Tebu pada 2026
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah akan menyalurkan 5,9 miliar mata benih tebu pada 2026 untuk mendukung pengembangan areal tanam seluas 99.547 hektare.
Program tersebut akan dilaksanakan di 10 provinsi dan 74 kabupaten di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya mempercepat swasembada gula.
“Kementerian Pertanian mempercepat upaya swasembada gula nasional melalui penguatan pengembangan tebu rakyat,” kata Amran di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, penguatan komoditas tebu menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam meningkatkan kemandirian pangan nasional.
Strategi Hulu-Hilir Akan Perkuat Industri Gula Nasional
Amran menegaskan pemerintah tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga melakukan pembenahan menyeluruh pada ekosistem industri gula.
Pembenahan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari penyediaan benih unggul, penerapan pola tanam yang lebih efisien, penguatan sistem hilirisasi, hingga perbaikan tata niaga dan pemasaran hasil produksi.
“Kami melakukan pembenahan dari hulu hingga hilir, mulai dari benih, pola tanam, sistem hilirisasi, hingga aspek pemasaran. Tujuannya sederhana, pekebun harus mendapatkan keuntungan,” ujar Amran.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap produktivitas perkebunan tebu rakyat dapat meningkat sekaligus memperkuat daya saing industri gula nasional.
Seiring dengan perluasan lahan dan peningkatan produktivitas tebu, pemerintah menargetkan produksi gula nasional mencapai sekitar 3 juta ton pada 2026.
Target tersebut menjadi bagian dari agenda besar pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor gula yang selama ini masih terjadi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan industri.
Optimalisasi lahan tebu nasional dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan pasokan gula dalam negeri sekaligus memperkuat stabilitas harga di pasar domestik.
Program Benih Tebu Sudah Mulai Dari 2025
Upaya percepatan swasembada gula sebenarnya telah dimulai sejak 2025. Sepanjang tahun tersebut, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan menyalurkan bantuan 1.925.760.000 mata benih tebu kepada petani.
Jumlah tersebut setara dengan pengembangan areal tanam sekitar 32.096 hektare, dengan asumsi kebutuhan sekitar 60.000 mata benih per hektare. “Program ini dilaksanakan di 7 provinsi dan 56 kabupaten,” jelas Amran.
Program ini menjadi fondasi awal untuk meningkatkan produksi tebu nasional secara bertahap sebelum ekspansi yang lebih besar dilakukan pada 2026.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Abdul Roni Angkat menegaskan, bahwa ketersediaan benih tebu unggul merupakan faktor krusial dalam meningkatkan produktivitas dan rendemen tebu di tingkat pekebun.
“Benih merupakan fondasi utama dalam budidaya tebu. Melalui program bantuan benih ini, pemerintah ingin memastikan pekebun memperoleh akses terhadap benih unggul sehingga produktivitas dan rendemen tebu dapat meningkat,” ujar Roni.
Roni juga menambahkan bahwa pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, penangkar benih, serta para pekebun agar proses distribusi benih dapat berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











